Novel Bamukmin/ Foto: net

telusur.co.id – Petisi yang meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak memperpanjang izin Front Pembela Islam (FPI) ramai di media sosial.

Menanggapi hal itu, tokoh FPI Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengatakan, petisi itu dibuat oleh orang-orang yang terlibat maksiat atau perbuatan mungkar lainnya yang merasa terancam dengan keberadaan FPI.

“Yang buat petisi itu orang-orang yang memang terlibat dalam kemaksiatan atau kemungkaran lainnya, yang eksistensi para pelaku mungkar dan sampah masyarakat ini selama adanya FPI sangat terancam,” kata Novel saat dikonfirmasi, Jumat (10/5/19).

Diketahui, dalam situs resmi Kemendagri, izin ormas FPI ditandai dengan nomor Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014. SKT itu berlaku sejak 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.

Seiring akan berakhirnya izin FPI pada 20 Juni 2019, muncul petisi di change.org yang isinya meminta Kemendagri memberhentikan izin ormas Islam tersebut.

Petisi berjudul ‘Stop ijin FPI’ yang dibuat oleh Ira Bisyir pada Selasa (7/5/19) itu  tertulis: “Mengingat akan berakhirnya ijin organisasi FPI di Indonesia,mari kita bersama-sama menolak perpanjangan ijin mereka. Karena organisasi tersebut adalah Merupakan kelompok Radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI. Mohon sebar luaskan petisi ini, agar tercipta Indonesia yang aman dan damai.”

Pantauan telusur.co.id dari laman change.org pada Jumat (10/5/19) sekitar pukul 03.00 WIB, petisi ‘Stop ijin FPI’ telah diteken oleh lebih dari 304.000 orang. (Fhr)

Like :
BACA JUGA :  Novel Bamukmin: Sweeping Bendera Tauhid Sama Saja Merusak Pancasila

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini