Ketua Umum HMI Surabaya, Andik Setiawan (pojok kanan). Foto :telusur.co.id

telusur.co.id- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya menggelar Forum Diskusi dan Buka Bersama, tema yang diangkat, “Positive People with Positive Power, Semangat Positif Kepahlawanan Anak Anak Muda”.

Acara ini diselenggarakan di Premiere Grand Ballroom 5 Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya, Jl. Raya Gubeng No. 54, Gubeng, Kec. Gubeng, Kota Surabaya.

Andik Setiawan selaku Ketua Umum HMI Cabang Surabaya dalam diskusinya mengatakan, sikap HMI Cabang Surabaya berkaitan dengan People Power tegas bahwa, itu adalah bentuk ekspresi masyarakat melihat dinamika politik dan kebangsaan yang terjadi pra dan pasca pemilu.

“Selama people power itu dilakukan secara konstitusional, HMI Cabang Surabaya mendukung secara penuh,” tegas Alumnus Unair tersebut. Kamis, (16/5/2019) sore hari.

Akan tetapi, lanjut Andik, penggunaan istilah people pressure sebenarnya lebih dapat diterima sebagai bentuk tuntutan masyarakat luas terhadap banyaknya indikasi kecurangan dan ketidakadilan yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.

“Tetapi, selama people power itu tidak diarahkan ke makar, kami kira HMI Cabang Surabaya harus menyuarakan kebenaran dan keadilan seluas-luasnya,” pungkas Andik.

Masih dengan Andik, HMI Cabang Surabaya juga mengecam sikap PB HMI yang menilai People Power bertendensi politik, hal itu dimuat oleh nasional.sindonews.com yang mengutip ucapan Ketua Umum PB HMI R. Saddam Al Jihad pasca diskusi bersama Cipayung Plus di MNC Trijaya FM, Kawasan Menteng, Jakarta. Sabtu, (11/5).

Perlu diketahui, selain Andik sebagai pemateri diskusi, tak kalah menarik ada, Aribowo (Dosen Unair), Wira Yudha Alam (Pengamat Politik Unipa Surabaya), Sidratahta Mukhtar (Pengamat Politik), Agung Tri P. (Presiden BEM Unair), dan Cahya Nugeraha Robimadin (Presiden Bem Unesa). [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini