saat LST berlangsung. Foto:telusur.co.id

telusur.co.id- Sebagai sekolah berbasis bakat SD Muhammadiyah 15 Surabaya (Limas) terus berupaya menggali dan mengembangkan bakat-bakat yang terpendam bagi anak didik untuk membentuk karakter anak.

Dengan membuat dokumentari film yang merupakan tuntutan di era sekarang. Salah satunya dengan menggelar “Limas Sharing Time (LST) – Listen to me program and family exchange” dengan tema, ‘Kekuatan Sinergitas dalam Keberagaman Karakter’.

Kegiatan ini mendatangkan narasumber dari berbagai elemen diantaranya, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kota Surabaya Mamik Subagio, Kapolsek Wiyung Doni, Koramil Wiyung Sumadi, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung Moh. Maskur, Direktur Eksekutif Pesantren Al-Aur’an Nurul Falah Umar Jaeni, Majelis Dikdasmen Mike Miftahudin, Pimpinan Media Lentera Nano Roberto, dan Tokoh Masyarakat Abu Hasan.

BACA JUGA :  SD Muhammadiyah 15 Surabaya Raih Juara Da’i Cilik, Walaupun Cuman Sekali Latihan

Dan yang menjadi moderator dalam acara ini adalah Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 15 Surabaya, M. Natsir. Sekaligus Natsir menjadi Presiden LST (Limas Sharing Time). Acara ini dillaksanakan di halaman SD Muhammadiyah 15 Surabaya, Jl. Mastrip, No. 174, Surabaya.

Menurut Kepala Sekolah M. Natsir, Darul Arqom merupakan sebuah wadah pengkaderan di Muhammadiyah, kegiatan Darul Arqom sudah rutin dilakukan setiap tahun.

“Dan kegiatan Limas Sharing Time (LST) bertujuan untuk melakukan sebuah penguatan, dan pengembangan wawasan yaitu bagaimana suatu lembaga pendidikan itu diharapkan di era sekarang ini. TV One punya ILC, sekolah kami punya LST,” terangnya. Kamis, (30/5/2019).

BACA JUGA :  Deklarasi Sekolah Ramah Anak SD Muhammadiyah 15 Surabaya dengan Malaysia

Selanjutnya, tentang dorongan siswa, kata Natsir, untuk menghasilkan produk film Indi, ‘tujuan akhirnya pasti kesana, karena dari situ anak-anak bisa ikut lomba dari berbagai event baik tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap kedepan anak-anak semakin terbuka wawasannya, terbuka fikirannya bahwa zaman yang dihadapinya sangat berbeda dengan zaman yang saat ini dia berada,” tuturnya.

Perlu diketahui, pasca Limas Sharing Time, diadakanlah Piagam Kerjasama SD Muhammadiyah 15 Surabaya dengan Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya. Setelah itu, dilanjutkan buka puasa bersama.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini