bendera uni emirat arab

telusur.co.id – Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (UAE) mengatakan akan menyelidiki kasus serangan tanker-tanker minyak pekan lalu di lepas pantainya.

Ada beberapa negara yang ikut penyelidikan dan mendukung upaya pengungkapan kasus tersebut. UEA menjamin transparansi dalam temuan.

Negara di Teluk Arab itu belum menyalahkan pihak yang melakukan sabotase atas empat kapal, termasuk dua tanker Arab Saudi, tetapi seorang pejabat UAE telah mengatakan Abu Dhabi mencemaskan perilaku Iran di kawasan itu.

“Keinginan mitra-mitra internasional kami untuk ikut serta dalam penyelidikan dan usaha-usaha bersama mendukung ketakberpihakan dan transparansi dalam penyelidikan,” kata Kementerian Luar Negeri UAE dalam pernyataan, yang diberitakan kantor berita WAM.

BACA JUGA :  Sambut Kemenangan Timnas U-19, Benny Ajak Warga Sumsel Dukung Skuad Garuda

Sumber-sumber Amerika Serikat mengatakan kepada Reuters bahwa mereka meyakini kelompok Houthi di Yaman, yang bersekutu Iran atau milisi Syiah yang berkedudukan di Irak, melancarkan operasi tersebut.

Teheran tidak mau melibatkan diri dalam masalah soal serangan itu, yang terjadi pada saat Iran dan AS berselisih mengenai sanksi-sanksi dan kehadiran militer AS di kawasan Teluk.

Pernyataan Kemenlu UAE itu menyambut baik partisipasi beberapa negara “bersahabat” dalam investigasi tersebut, tetapi tidak menyebutkan nama-namanya. Jadwal pelaksanaan penyelidikan belum disebutkan, hanya menyatakan bahwa penyelidikan akan memakan waktu.

BACA JUGA :  Qatar Bertemu Arab Saudi di Semi final Piala Asia

Para pejabat UAE mengatakan AS dan Prancis, yang memiliki pangkalan angkatan laut di Abu Dhabi, ikut dalam investigasi, demikian pula dengan Arab Saudi dan Norwegia. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini