Syahrifullah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin

telusur.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, melakukan blacklist kepada salah satu biro perjalanan ibadah haji dan umroh. Blacklist ini dilakukan atas adanya temuan dan laporan akan adanya 5 jamaah biro umroh yang ternyata malah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non-prosedural.

“Patut untuk diketahui ternyata saat ini masih banyak TKI yang bekerja di luar negeri dengan cara non prosedural. Kemudian, dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggungjawab. Sehingga, ini menjadi satu bentuk kejahatan internasional, yakni perdagangan manusia,” jelas Syahrifullah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, yang ditemui saat kegiatan Sosialisasi Keimigrasian, Surat Edaran Nomor IMI-277.GR.02.06 Tahun 2017 Tentang Pencegahan Tenaga Kerja Indonesia Non-prosedural dan Penetapan Tarif Baru PNBP pada Kantor Imigrasi serta Implementasi Aplikasi Pendaftaran Antrian Online Paspor Online, Kamis (20-06-2019) siang.

Dimana, satu perusahaan agen travel ibadah haji dan umroh yang diblacklist oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, adalah PT. Al-Jizyah. Padahal, PT. Al-Jizyah selama ini telah mengurus dokumen di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin melalui prosedur yang benar. 

Akan tetapi, saat membawa jemaah umroh pada bulan Mei 2019 yang lalu, terdapat 5 orang pemegang paspor umroh malah melarikan diri dari rombongan saat berada di Mekkah. 

“Ada lima orang yang melarikan diri di Mekkah, sampai sekarang kelima orang yang kabur itu belum bisa mengembalikan dokumen,” jelasnya.

Dimana, kelima orang yang kabur dari rombongan jemaah umroh itu terdiri dari, empat orang asal Kalimantan Selatan dan satu orang asal Mataram. Sehingga membuat

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin membuat keputusan telah melarang 5 orang pemegang paspor tersebut dan PT. Al-Jizyah untuk mengusulkan dokumen umroh baru.

Untuk itulah, pinta Syahrifullah, dirinya meminta agar perusahaan penyelenggaraan ibadah haji dan umroh harus memenuhi peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan prosedural, termasuk bagi masyarakat yang memang ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Sementara itu, dikesempatan yang sama Komisaris Utama PT. Bagus Umratama, Zalna mengatakan, pihaknya tak pernah mengalami kejadian sama seperti kasus yang menimpa biro umroh dan haji yang diblacklist Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, hal ini lantaran pihaknya jauh hari telah dilakukan antisipasi. 

“Kami selalu selektif dan hati-hati mengingat sebagai perusahaan penyelenggara umroh dan haji sehingga jangan ada yang dirugikan,” papar Zalna singkat.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini