Presiden Amerika Serikat (USA) Donald Trump (kiri) dan Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani (kanan)/Net

telusur.co.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran kembali memanas. Pemicunya adalah penyerangan dua kapal minyak di Teluk Oman.

Amerika langsung menuding Iran di balik serangan tersebut, namun Iran membantahnya.

Kendati dibantah Iran, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo tetap menyalahkan Teheran atas insiden tersebut seperti dilansir reuters.

“Berdasarkan penilaian pemerintah Amerika Serikat, Rapublik Iran bertanggung jawab atas serangan-serangan itu yang terjadi di Teluk Oman hari ini,” kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kepada wartawan tanpa menyediakan bukti nyata yang mendukung sikap AS itu.

Pompeo menegaskan penilaian ini didasarkan atas laporan intelijen, senjata yang digunakan, level kemampuan yang diperlukan untuk melakukan operasi tersebut, serangan-serangan yang serupa yang baru-baru ini dilakukan Iran atas perkapalan. “Dan fakta tak ada kelompok lain terkait di kawasan itu yang memiliki sumber daya dan kemampuan untuk bertindak dengan tingkat kecanggihan tinggi,” kata Pompeo.

BACA JUGA :  Trump Siapkan Sanksi Baru Buat Iran

Diberitakan, dua kapal tanker minyak diserang pada Kamis dan terapung-apung di Teluk Oman, mendorong harga-harga minyak dan menimbulkan ketakutan akan terjadi konfrontasi baru antara Iran dan Amerika Serikat.

Saat ini, harga-harga minyak mentah naik lebih 4 persen setelah serangan-serangan yang terjadi dekat jalan masuk ke Selat Hormuz, lintasan perkapalan yang krusial bagi Arab Saudi dan produser-produser energi lainnya di Teluk, menimbulkan ketakutan-ketakutan gangguan-gangguan seperti itu dapat berdampak atas aliran minyak dari Timur Tengah. Harga-harga kemudian meningkat 2 persen.

Washington menuding Teheran berada di belakang serangan serupa pada 12 Mei atas empat tanker di kawasan yang sama.

Ketegangan-ketegangan antara Iran dan AS, dan para sekutunya termasuk Arab Saudi, telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari sebuah perjanjian tahun lalu antara Iran dan kekuatan-kekuatan dunia yang bertujuan mengekang ambisi nuklir Teheran.

BACA JUGA :  Iran Tuding Arab Saudi Sekongkol Dengan Israel

Iran sudah berkali-kali memperingatkan akan merintangi Selat Hormus jika tidak dapat menjual minyaknya akibat sanksi-sanksi AS.

Tak satupun yang mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut. Para pengamat memperingatkan ada kesimpulan-kesimpulan yang diambil mengenai pelaku serangan itu, dengan menyatakan Iran mungkin sebagai pelaku serangan-serangan tersebut tetapi juga ada pihak lain yang berbuat untuk memojokkan Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menggambarkan insiden-insiden tersebut “mencurigakan” di Twitter dan menyerukan dialog regional. Teheran telah membantah bertanggung jawab atas serangan-serangan 12 Mei. [Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini