telusur.co.id – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, meminta Iran agar berperan konstruktif dalam mengamankan stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah.

Abe mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers gabungan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di Teheran, Rabu.

Abe juga mengatakan Jepang bertekad untuk melakukan apa pun untuk dapat membantu.

“Di tengah peningkatan ketegangan, penting bagi Iran untuk memainkan peran konstruktif dalam memperkuat stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah, sehingga kawasan ini ke depannya selalu stabil dan perselisihan tidak akan terjadi,” katanya dilansir reuters.com.

BACA JUGA :  Bahas Ekonomi, Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan PM Jepang Shinzo Abe

Kunjungan Abe ke Teheran berlangsung di tengah peningkatan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat selama beberapa pekan belakangan, setahun setelah Washington mundur dari kesepakatan nuklir antara Iran dan kekuatan dunia.

Kesepakatan itu bertujuan mengekang program nuklir Republik Islam dengan imbalan pencabutan sanksi keuangan internasional.

Pada 2015 Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan sanksi dicabut.

Kesepakatan itu dilakukan di bawah pemerintahan Obama, dan Trump menarik diri darinya tahun lalu.

AS menerapkan kembali sanksi sepihak sementara penandatangan lainnya pada kesepakatan 2015 – seperti Uni Eropa, Rusia dan Cina – masih berharap untuk menjaga perjanjian itu tetap hidup.

BACA JUGA :  Kunjungi Iran, Shinzo Abe Ingin Cairkan Ketegangan

Sebagai balasan atas sanksi yang dipulihkan oleh AS, Iran bulan lalu mengumumkan akan menangguhkan beberapa komitmen.

Pada hari Selasa, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran meningkatkan produksi uranium yang diperkaya meskipun tidak jelas kapan akan mencapai batas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan 2015. [Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini