Koordinator Gerakan Perubahan (GARPU), Muslim Arbi.

Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan

Demokrasi dalam kawat berduri. Ini tak elok di ucapkan. Demokrasi mesti di ruang bebas udara. Dan bukan ruang kedap suara. Karena demokrasi adalah ekspresi pikiran dan pendapat anak2 manusia. Tentang hak2 politik, dan sebagai nya.

Demokrasi terkait pemilu adalah pemberian ruang seluas luasnya bagi warga negara untuk mendapatkan hak2 politik secara aman dan damai dalam partisipasi kerangka berbangsa dan bernegara.

Demokrasi tidak bisa di bendung oleh pagar kawat2 berduri di sekitar KPU dan MK. Karena melingkari Kawat berduri di KPU dan MK adalah upaya secara sengaja untuk menciptakan rasa horor dan ketakutan dalam suasana elegan dan harmonis.

BACA JUGA :  Undang-Undang ITE, Alat Kekuasaan Membungkam Kritisme Publik

Biarkan kantor KPU dan MK tanpa kawan berduri. Karena KPU dan MK adalah di antara simbol2 tegaknya demokrasi.

Membiarkan KPU dan MK tetap di lingkari kawat berduri. Sesungguh nya di dalamnya mengandung ekpresi ketakutan dalam proses berdemokrasi. Bukan kah massa damai yang mendatangi KPU juga Bawaslu dan sekarang MK tidak buat onar dan huru-hara bukan?

Kalau pun ada insiden 21-23 Mei di Bawaslu dan menyisakan korban gugur dan luka2 serta puluhan yang hilang itu by design bukan? Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Mohon di usut tuntas

Karena massa aksi damai sudah mundur dan menyisakan massa settingan bukan? Maka lahirlah insiden berdarah di Malam Ramadhan itu.

BACA JUGA :  Jokowi Turun Dolar Turun

Jika saja pikiran2 pengamanan untuk proses dan jalan nya demokrasi tidak di gelayuti oleh kawat berduri dan rasa ketakutan berlebihan. Niscaya demokrasi kita tumbuh elegan tanpa anarkisme.

Tetapi kawat berduri sudah memagari insitusi2 penegak Demokrasi seperti KPU, Bawaslu dan MK. Maka demokrasi kita serasa horor yang mengerikan. Dan itu tidak perlu terjadi. Biarkan saja horor2 itu hanya ada di alam fiksi dan cerita2 di film saja. Janganlah cerita2 horor di wujudkan pada kawat2 berduri yang menciderai demokrasi kita.

Demokrasi dalam kawat berduri ini semoga saja hanya fenomena sesaat saja. Dan bukan selama nya. ***

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini