telusur.co.id – Sikap Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menghentikan acara musik lantaran tidur siang Andi Sudirman Sulaiman terganggu menuai protes dari Anggota DPRD.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Kadir Halid Dan Ketua DPRD Sulsel Moh Roem salah satu yang keberatan dengan sikap Andi Sudirman.

“Jangan seperti itu lagi lah,” ujar Kadir Halid, mengingatkan kepada Andi Sudirman kepada wartawan.

Apalagi, menurut Kadir, letak kafe dengan rumah dinas jaraknya 200 meter. Wagub sebelumnya juga enggak pernah merasa terganggu. “Saya juga kaget. Kafe itu kan punya izin enggak boleh dilarang,” paparnya.

Kadir Halid menilai seharusnya Andi Sudirman tidak boleh bersikap demikian. Apalagi posisi Andi sebagai wakil gubernur yang harusnya mengayomi masyarakat.

“Saya kira tidak boleh begitu tidak boleh wagub langsung suruh berhenti begitu kan itu jauh dari rumah jabatan. Enggak boleh begitu. Biar tetangga saja enggak boleh begitu,” kata Kadir.

BACA JUGA :  Tiga Bendungan di Sulsel Dipercepat Penyelesaiannya

Menurutnya, kafe tentu mempunyai izin setiap menggelar acara. Apalagi, kafe tersebut sudah sering menggelar acara musik. “Padahal dulu enggak pernah. Dulu enggak pernah. Saya juga kaget,” katanya.

Dia pun berharap Wagub yang juga adik dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman itu tidak mengulangi perbuatannya.

Sementara itu, ketua DPRD Sulsel Moh Roem menilai harusnya ada komunikasi yang baik antara pihak kafe dan keamanan.

“Waktu memberi izin, pemerintah kota sudah mempertimbangkan segala aspek termasuk lingkungannya. Seberapa mengganggu. Saya pikir perlu komunikasi, penjelasan bahwa pertunjukan musik ini juga tentu disesuaikan dengan lingkungan di mana tempat kegiatan itu dilaksanakan,” tuturnya.

Di kesempatan lain, pengamat Kebijakan Publik, Syaufan Rozi Soebhan mengatakan harusnya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dilibatkan untuk pengembangan musik dan lagu nusantara dengan menyepakati waktu, tempat dan cara yang pas.

“Sehingga saling sinergi bukan clash atau konflik kepentingan. Solusinya mesti ada dialog antargenerasi untuk saling memahami kebiasaan dan keunikan masing-masing soal tradisi siesta atau tidur siang dan ekonomi kreatif,” kata Soebhan.

BACA JUGA :  Tiga Bendungan di Sulsel Dipercepat Penyelesaiannya

Andi Sudirman Sulaiman yang dikonfirmasi mengakui anak buahnya yang menghentikan kegiatan tersebut bersama polisi lantaran acara bertajuk Makassar Millenial Sound yang digelar Forum Kreatifitas Pemuda (FKP) Sulsel di Cafe Red Corner, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis (27/6) belum mengantongi izin.

“Selain itu juga, mengganggu warga sekitar dan sudah banyak aduan (mengenai kafe tersebut). Daerah permukiman, pendidikan dan dekat masjid serta rujab. Kami juga kalau ada kegiatan terganggu serta ada anak kecil juga,” kata Andi Sudirman Sulaiman saat dikonfirmasi.

Menurutnya sudah pernah dilakukan dimediasi bersama warga, dan pemilik kafe berjanji tidak membuat acara yang dapat mengganggu lagi karena memang lokasinya di zona pemukiman.

Ditanya soal waktu tidur siangnya terganggu, Andi Sudirman mengatakan, dia memang berada di rujab siang hari karena dalam kondisi sakit. [Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini