Syaifullah dalam Dialog Empat Pilar bertajuk "Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Kontestasi Politik 2019" di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (28/6/19).Foto:telusur.co.id

telusur.co.id – Wakil Ketua Fraksi PPP MPR RI, Syaifullah Tamliha berharap para elit politik ikut berkontribusi menjalin persatuan dan kesatuan. Hal itu diperlukan agar perpecahan yang sempat terjadi selama kontestasi pemilu, bisa dibuat akur kembali.

Syaifullah menjelaskan, negara yang majemuk seperti Indonesia membutuhkan pemimpin yang kuat, didukung seluruh rakyatnya. Sejarah membuktikan, Irak yang hanya terdiri dari tiga kelompok, yaitu Kurdi, Suni dan Syiah hancur setelah Sadam lengser.

“Karena itu, kita butuh Presiden yang baru terpilih mendapat dukungan dari seluruh rakyat”, kata Syaifullah dalam Dialog Empat Pilar bertajuk “Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Kontestasi Politik 2019” di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (28/6/19).

BACA JUGA :  Kapal Vietnam Tabrak Kapal TNI AL, DPR: Harusnya Ditembak Saja

Melihat resistensi yang terjadi selama proses pemilu, menurut Syaifullah, MPR perlu membuka peluang pembahasan rumusan masa jabatan presiden. Daripada memakai masa jabatan selama lima tahun dan setelah itu bisa dipilih kembali, lebih baik masa jabatan presiden hanya sekali selama 8 tahun.

“Kita perlu mengembalikan MPR menjadi lembaga tertinggi negara, seperti yang ada di negara-negara lain diseluruh dunia. Dengan begitu MPR bisa menyeleksi calon Presiden dan wakilnya. Juga menetapkan visi misi agar dijabarkan menjadi program pembangunan oleh Presiden terpilih”, kata Syaifullah lagi.

BACA JUGA :  Fraksi PPP MPR Duga Isu SARA Tetap 'Kencang' di Pilpres 2019

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto mengaku yakin Indonesia tidak akan terpecah belah, seperti yang dikhawatirkan sebagian anggota masyarakat. Menurut Wawan, rakyat Indonesia adalah masyarakat yang sangat maju, sebagaimana majunya kerajaan Majapahit dan Sriwijaya.

Bahkan, saat ini saja, banyak orang-orang Indonesia yang berprestasi diluar negeri. Baik dibidang science, ilmu pengetahuan hingga ekonomi.

“Mereka mampu menjuarai berbagai kejuaraan tingkat dunia. Mereka juga menempati posisi strategis diberbagai perusahan di luar negeri,” katanya.[asp]

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini