Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah / telusur.co.id

telusur.co.id – Calon Presiden Prabowo Subianto diminta tidak lagi diam terhadap segala macam tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya, utamanya terkait persoalan di masa lalu.

Permintaan agar Prabowo bicara disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah melalui akun Instagram miliknya yang terpantau telusur.co.id, Kamis (13/6/19).

Fahri mengatakan, sudah cukup 21 tahun Prabowo diam soal apa yang dituduhkan kepadanya. Dia pun menyarankan Prabowo mengundang media untuk membuka semua kejadian di masa lalu, agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi atau cover both side.

“Ini PR pak Prabowo,” tulis Fahri.

Disampaikan Fahri, kisah Tim Mawar yang kembali diangkat oleh media jelang sidang sengketa Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) membuat publik tidak dapat membaca semua sisi dari Prabowo.

BACA JUGA :  Tak Mau Ditinggalkan Prabowo, Rakyat Kaltim Masih Kangen

“Padahal beliau figur yang penting dan menentukan perjalanan bangsa ke depan. Sebaiknya dibuka sekarang. Undang seluruh media dalam dan luar (negeri),” tulisnya.

Buat orang-orang yang dekat dengan Prabowo, termasuk yang dianggap menjadi korban seperti Andi Arief, Pius, Desmon, dan lain-lain yang masih hidup dapat ikut memberi keterangan. Tapi, publik perlu mendengar langsung dari Prabowo yang mendapat fitnah paling banyak.

“Menurut saya ini waktunya,” tulis Fahri.

Jika terlalu banyak misteri yang tersimpan dari masa lalu, kata Fahri, beban bangsa ini makin banyak. Maka adalah tugas mulia Prabowo untuk mengurangi beban bagi generasi yang akan datang. Biar sejarah bangsa ini lebih bersih. Biar sejarah TNI lebih terang. Ini semua demi bangsa.

BACA JUGA :  PDIP Ikhlas Jika Kwik Kian Gie Gabung Ke Prabowo-Sandi

“Saya mendengar, berkali buku pak Prabowo mau diterbitkan tetapi tidak jadi. Beliau menganggap ‘dia telan semua salah lembaga’. Menurut saya itu tidak fair. Bukan saja untuk pak Prabowo tapi bagi sejarah bangsa kita. Bagi generasi mendatang. Kita sudah makin dewasa kok sekarang,” kata Fahri.

“Kalau saya jadi pak Prabowo maka saya akan ceritakan semua yang terjadi. Termasuk menyebut nama-nama yang ada dan harus dijelaskan. Biarlah publik yang menilai. Tidak peduli ada pengadilan baru. Karena yang penting adalah bicara satu sisi yang belum pernah dikatakan. Itu saja.” [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini