Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id – Unsur delik pidana dugaan suap dan gratifikasi Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin telah terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, saat konferensi pers di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta, Kamis (27/6/19).

Disampaikan Febri, selama beberapa pekan persidangan dua terdakwa pemberi suap, yakni Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur nonaktif Haris, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik nonaktif Muh Muafaq Wirahadi, ada sejumlah fakta yang terungkap.

Adapun fakta-fakta tersebut, baik dari keterangan saksi, juga pengakuan terdakwa, maupun bukti-bukti yang sudah dibuka KPK melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU).

BACA JUGA :  Suap Di PUPR, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Soal adanya bantahan dari Menag sendiri, KPK memahaminya. Namun, KPK yakin dengan bukti yang kini dimiliki.

“KPK yakin dengan bukti yang kami miliki,” kata Febri.

Fakta-fakta yang sebelumnya telah terungkap, lanjut Febri, tidak semata untuk perkara pokok terkait pengurusan jual beli jabatan Seleksi Jabatan Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag 2018/2019.

Salah satu fakta di luar pokok perkara tersebut, yaitu adanya penerimaan gratifikasi USD 30.000 Menag Lukman dari Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Ibrahim bin Sulaiman Alnughaimshi dan Kepala Atase Bidang Keagamaan Syekh Saad Bin Husein An Namasi. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini