Juru bicara KPK, Febri Diansyah. (Istimewa)

telusur.co.id – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan sejak 20 Mei hingga 10 Juni 2019, KPK menerima 94 laporan gratifikasi terkait Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Gratifikasi yang dilaporkan antaranya 1 ton gula pasir yang kemudian dikembalikan pada pihak pemberi oleh salah satu pemerintahan daerah di Lampung.

Ada juga pemberian parsel pada pegawai di Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Ditjen Pajak, serta pemberian uang Rp4 juta pada pegawai Kementerian Keuangan dengan sebutan THR.

“Sebagian besar laporan penerimaan gratifikasi tersebut berbentuk makanan dan minuman yang segera dapat diserahkan pada pihak yang membutuhkan seperti panti asuhan dan lain-lain. Akan tetapi juga terdapat gratifikasi berupa uang tunai, kain batik, perlengkapan ibadah, baju koko, karangan bunga hingga ‘voucher’ belanja di ‘supermarket’,” kata dia.

BACA JUGA :  Bongkar Korupsi KTP-el, Golkar Tunggu Nyali KPK

Febri mengapresiasi pelaporan gratifikasi dari penyelenggara negara. Bagi dia, sikap penolakan itu merupakan langkah terbaik yang perlu dilakukan oleh pegawai negeri dan penyelenggara negara.

Ia mengatakan seluruh laporan gratifikasi tersebut akan diproses KPK selama paling lambat 30 hari kerja untuk penetapan status barang gratifikasi, apakah menjadi milik negara, menjadi milik penerima atau perlakuan lain yang sesuai dengan aturan hukum terkait gratifikasi. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini