telusur.co.id – Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS) di Desa Nusasari, Jembrana, Bali, berhasil menembus pasar kakao dunia.

Keberhasilan koperasi yang berdiri tahun 2006 ini tidak mudah. Karena, pernah menelan pil pahit, dimana buah kakao di lahan seluas 600 ha diserang hama yang menyebabkan kerugian besar.

“Koperasi Kerta Semaya Samaniya didirikan dengan tujuan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga setempat, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Harus ada semangat perubahan sehingga koperasi terus maju,” kata Ketua Koperasi KSS, Ketut Wiadnyana, Jumat (7/6/19).

Menurut dia, upaya melakukan perbaikan mutu dan target menembus pasar ekspor, KSS akan terus mendorong untuk meningkatkan kompetensi. Karenanya, KSS mengikuti program Kakao Lestari yang berujung diraihnya sertifikat UTZ pertama di Indonesia, yaitu serifikasi halal kakao berkelanjutan yang diakui secara internasional.

BACA JUGA :  Resmi Dilantik, IKA UNS Bali Siap Beri Karya Nyata Untuk Bali

“Sertifikasi UTZ yang mengadopsi sistem berkelanjutan, mampu menempatkan posisi tawar kakao semakin kuat dalam mata rantai produksi sampai dengan pemasaran,” kata Ketut.

Dampak dari sertifikasi tersebut, KSS berhasil mengekspor produk kakao fermentasi ke beberapa negara seperti Perancis, Finlandia dan Jepang.

Selain itu, biji kakao fermentasi dari Jembrana ini juga mendapatkan pengakuan “Cacao Of Excellence” yang diselenggarakan oleh Biodiversity International yang didukung oleh Salon Du Chocolat di Paris tahun 2017.

Saat ini, koperasi memiliki luas lahan sebesar 619 ha yang dikelola oleh koperasi dengan menargetkan produksi pada tahun ini sebanyak 75-100 ton.

BACA JUGA :  Wedakarna Siap Diperiksa Mabes Polri dan BK DPD

Koperasi KSS juga melakukan kerjasama bidang pemasaran dengan PT. Cau Coklat Internasional yang merupakan buyer kakao fermentasi bersertifikat organik. Hasil kerjasama tersebut, pada tahun 2018, PT Cau Coklat Internasional menjamin tersedianya pasar yang berkelanjutan bagi biji kopi fermentasi yang dihasilkan oleh Koperasi Kakao Kerta Samaya Samaniya.

Koperasi berhasil mencatatkan omzet pada 2017 sebesar Rp 1,75 miliar kemudian meningkat menjadi Rp 1,82 miliar pada 2018. Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya kini menjadi koperasi kebanggaan bagi daerah Jembrana, Bali yang berbasis kemasyarakatan dan gotong royong.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini