Ribuan Masyarakat sambut kedatangan Capres Prabowo Subianto, di Pamekasan / Net

Hendrajit, Wartawan Senior.

Sampai hari ini saya masih melihat ide membawa ke Mahkamah Internasional (MI) itu masih wacana. Kalaupun memang ada rencana ke arah itu masih harus dinilai apa target yang mau diraih.

Memang di pidatonya di Kertanegara, Prabowo Subianto (PS) menekankan akan konsultasi dengan tim hukumnya untuk membahas apa asih ada jalur hukum lain yang bisa ditempuh. Tapi menurut saya tidak otoatis berarti opsi ke MI. Para pakar hukum yang kontra dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) justru ditantang akal budinya untuk nyari saluran hukum lain yang konstitusional sebagai lembaga rujukan. Jadi opsi ke MI hanya salah satunya.

BACA JUGA :  Luar Biasa... Ribuan Warga Ambon Tumpah Ruah Sambut Prabowo

Jika gagasan itu dilihat dalam konteks sikap PS pasca putusan MK, Buat saya Opsi apa yang diambil sebagai legal action menyoal putusan MK, itu bukan hal pokok.

Yang lebih penting bagaimana menjabarkan yang dimaksud PS sebagai massa riil itu bisa menjelma sebagai gerakan daulat rakyat yang terorganisir. Sebagai people power buat mengawal terus perjuangan menolak putusan MK yang mengabaikan kebenaran dan keadilan.

Ketika aspek ini sudah terjawab dan jelas skemanya, maka opsi hukum apapun yang dirasa tepat dan efektif, pasti bernyawa dan punya kekuatan magnetik.

BACA JUGA :  Prabowo Disarankan Turun Tangan Tuntaskan Kekisruhan Demokrat-Gerindra

Sehubungan dengan visi tersebut, saya justru memandang rencana bubarnya koalisi adil makmur sebagai kabar gembira. Sebab apa?

Karena yang ditakutkan Petahana adalah Prabowo. Bukan bala tentaranya. Selama Prabowo konsisten dengan sikap awalnya, mantan Pangkostrad tetap dipandang berbagai komponen bangsa sebagai pintu masuk berbagai kemungkinan baru.[***/gus].

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini