Partai Amanat Nasional (PAN)/Net

telusur.co.id – Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan oleh kubu paslon 02 itu, Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang mengusung capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dibubarkan pada Jumat (28/6/19).

Pascaputusan MK dan pembubaran Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, Partai Demokrat dan PAN disebut-sebut bakal merapat ke paslon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Bahkan dua parpol tersebut diisukan akan mendapat kursi menteri di pemerintahan Jokowi.

Terkait hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal PAN Faldo Maldini mengatakan, pihaknya sadar akan raihan suara di Pemilu di 2019, yakni 6,84 persen, sehingga PAN tidak ingin terlalu percaya diri bakal diajak oleh kubu Jokowi-Ma’ruf.

BACA JUGA :  Bergabung ke Pemerintah Atau Tidak, PAN Nunggu Rakernas

“Dengan angka yang 6,9 persen, sebenarnya sih kami dari PAN itu gak mau kegeeran, gak mau kepedean juga diajak sama koalisi pemenang. Tapi harus tetap siap berkontribusi untuk republik,” kata Faldo dalam diskusi,” kata Faldo dalam diskusi bertajuk ‘Peta Politik Pasca Putusan MK’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/19).

“Kami dari PAN sangat menyadari bahwa kami memiliki angka yang relatif kecil sebenarnya. Jadi angka yang relatif kecil ini adalah kesadaran yang kami miliki. Namun tidak sedikitpun mengurangi niatan kami untuk berkontribusi bagi republik ini,” ujarnya.

BACA JUGA :  Soal Jual Beli Blangko e-KTP, BPN: Harusnya Masuk Tindak Pidana Pemilu

Faldo menambahkan, sikap politik PAN pascaputusan MK dan pembubaran Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, bakal ditentukan lewat rapat kerja nasional (rakernas).

Dikatakan Faldo, sebagai pertai yang demokratis, PAN memiliki mekanisme untuk penentuan sikap. Dan mekanisme tersebut bernama Rakernas.

“Kita partai yang demokratis. Jadi untuk penentuan sikap ya ada mekanisme yang namanya rakernas,” paparnya.

“Jadi yang paling penting bagi PAN adalah sesuatu yang menguntungkan konstituen PAN. Memang di internal PAN sendiri banyak yang menginginkan tetap berada di barisan oposisi. Tapi yang ingin bergabung juga tidak sedikit,” kata Faldo. [Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini