Azmi Syahputra Ketua asosiasi ilmuwan praktisi hukum Indonesia(Alpha) Foto : Dok Pribadi

Terkait kasus cabul pada anak di SMP Serang Banten yang terungkap beberapa hari lalu ini adalah hal.yang sangat miris dilakuan dengan sengaja dan pelaku sudah tahu resikonya sehingga patut dikenakan sanksi berat yang maksimal bahkan salah satu siswa hamil yang terjadi diperkirakan sejak November 2018 lalu, karena salah satu korban anak saat ini sedang hamil 4 Bulan.

Pelaku Guru yang jadi predator anak harus di hukum lebih berat, ketiga guru smp terkait cabuli siswa di jam sekolah, dilakukan di area sekolah, bahkan memilih tempat yang sudah direncanakan untuk melalukan kejahatan cabul dengan modus bujuk rayu, di area labotorium komputer adalah sudah keterlaluan, dimana semestinya guru dan sekolah harus bertanggung jawab di area sekolah, tempat yang mengajarkan budi pekerti, jadi area aman, dan dilindungi malah fungsi sekolah menjadi hilang akibat perilaku jahat guru ini. Maka pecat dengan tidak hormat para guru ini.

BACA JUGA :  KPK Harus Jaga Tatanan Hukum, Tak Patut Hasil OTT nya Diserahkan Ke Kejaksaan.

Kepala Dinas Pendidikan Serang harus segera bertindak meminta pertanggungjawbaan sekolah dan management, kepala dinas harus memastikan ruang ruang sekolah aman, pasang cctv di labotorium dan tempat tempat yang dianggap semestinya harus dipasang cctv, dengan kejadian ini kepala sekolah SMP tersebut dalam hal ini dianggap lalai kurang maksimal melakukan pengawasan terhadap area unit sekolah yang dipimpinnya yang semestinya menjadi tanggung jawab kepala sekolah.

Lebih lanjut polisi harus menggali penyidikan lebih dalam atas peristiwa ini, dapat saja korban siswa akibat perilaku guru predator ini lebih dari yang terungkap saat ini, korban siswa anak bisa saja banyak karena perilaku ini seperti “penyakit” bagi pelaku jadi di duga ada korban lain.

BACA JUGA :  Kasus Audrey Polisi Harus Tegas , Demi Keadilan dan Kemanusiaan Harus Ditahan

Undang undang khusus harus diterapkan dalam hal ini agar lebih berpihak pada kepentingan perlindungan hak korban anak, jadi lebih tepat formulasinya penyidik menggunakan Undang undang Perlindungan anak dengan ancaman sanksi pidana 15 tahun bagi pelaku (vide pasal 76 huruf E) dan ditambah hukuman 1/3 dari hukum pokok , jika dilakukan oleh tenaga pendidik atau orang yang terdekat yang seharusnya melindungi bukan pula malah sebaliknya jadi predator bagi siswa anak didiknya.

Oleh : Azmi Syahputra, Dosen Hukum Pidana Universitas Bung Karno.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini