massa masih berkumpul di depan sekitaran Monas. Foto:telusur.co.id

telusur.co.id- Wakil Ketua PA 212 Ustadz Asep Syarifudin, saat memberikan orasi di depan massa menegaskan, aksi yang dilakukan saat ini tidak berkaitan dengan Capres 01 Jokowi-Maruf Amin atau pun capres 02 Prabowo-Sandi.

“Apakah ada kaitannya dengan 01 02? Tidak. Tapi kita sebagai umat beragama ingin pemimpin yang terpilih berdasarkan kedaulatan rakyat. Bukan jongos asing dan aseng,” ujar Asep, Jakarta, Rabu (26/6/19).

Ia juga menyampaikan, aksi akan dilakukan tidak hanya hari ini saja, melainkan juga besok. Saat MK membacakan putusan sengketa Pilpres 2019.

Menurut dia, tidak ada masalah dengan siapa yang menang dalam Pilpres. Hanya saja harus benar-benar dari kehendak rakyat bukan karena curang.

“Siapapun pemimpin yg terpilih adalah harus berdasarkan pilihan rakyat. Yang harus kalah adalah siapapun yang zolim dengan ulama dan kaki tangan asing.

kehadiran kita dari Jumat tanggal 14 sampai dengan sekarang aksi ke 6, dan insya allah besok kita pun akan datang ke tempat ini,” serunya.

Dikatakannya lagi, aktivis mujahid di manapun akan berjuang dalam kegiatan bela islam, istiqomah dalam aksi bela umat dan rakyat, dan aksi bela Indonesia.

“kami kumpul di monas tuntut Ahok dipenjara untuk agama. Setelah Ahok dipenjara aktivis 212 tidak boleh berhenti berjuang. Ketika ada kecurangan kita harus bergerak. Takbir! Maka pada hari ini, PA 212 sudah sampaikan pemberitahuan hari senin ke polda metro bahwa kami akan halalbihalal,” sebut Asep.

Asep pun berujar aksi yang akan dilakukan saat ini dan besok adalah hak dari masyarakat untuk berpendapat. Sehingga dia meminta kepada Pihak kepolisian untuk tidak menghalang-halangi aksi massa yang akan dilakukan.

“Selasa kemarin saya tidak sungkan untuk ajak segenap alumni 212, silakan datang ke Jakarta untuk jaga kedaulatan. Persidangan di MK terbuka untuk umum, jadi kalau ada rakyat yang mau hadir boleh tidak? Boleh. Jadi polisi harus kawal, agar tidak ada yang rusuh. Jangan dilarang. Wahai polisi, kami datang kemari bukan demo terhadap anda, bukan untuk perang dengan polisi tapi untuk menguatkan MK untuk buat keputusan seadil-adilnya. Kita tidak ngeri ketika mobil komando masuk, sampai berjibaku, sampai tangannya luka, kenapa? Apa yg salah? Tidak ada kita ini makar.

Maka kami minta jika besok ada massa yang ingin datang ke sidang MK untuk tidak dihalang-halangi,”

“212 yang hadir antum silakan WA temen-teman 212 kita besok kumpul minimal 1 juta orang. Takbir!,” serunya kembali. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini