Mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi, Abdullah Hehamahua / Net

telusur.co.id – Aksi unjuk rasa untuk mengawal sidang gugatan perdana perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) calon presiden dan calon wakil presiden di Mahkamah Konstitusi (MK), akan dilakukan oleh mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi, Abdullah Hehamahua.

Hal itu diakui sendiri oleh yang bersangkutan saat dihubungi, Jumat (14/6/19). Dia mengaku akan menggelar aksi unjuk rasa di sekitar gedung MK.

“Benar saya yang akan turun unjuk rasa di MK,” kata Abdullah Hehamahua.

Abdullah akan memimpin Kelompok Gerakan Kedaulatan Rakyat yang akan menggelar demonstrasi di Silang Monas Barat Daya. Kelompok ini diperkirakan akan berjumlah 1500 orang.

BACA JUGA :  Ini Kementerian dan Lembaga Yang Melaporkan Gratifikasi Lebaran

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh Polda Metro Jaya, setidaknya ada enam kelompok yang akan menggelar unjuk rasa di sekitar Gedung MK, kawasan Monumen Nasional.

Konsentrasi massa aksi dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Pengunjuk rasa akan menggelar aksi di kawasan Silang Monas Barat Daya, Patung Kuda tepat di depan Gedung Indosat.

Kemudian, kelompok Aliansi Suara Rakyat yang dipimpin Ahmad Baihaqi, juga akan menggelar unjuk rasa di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga Silang Monas. Jumlah massa diperkirakan mencapai 100 orang.

BACA JUGA :  Bupatinya Ditangkap, KPK Geledah Kantor DPMPTSP Kabupaten Bekasi

Selanjutnya, Front Buruh Militan, Gerakan Rakyat Untuk Keadilan, Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi, dam Gerakan Mahasiswa Anak Bangsa, juga menggelar aksi serupa di tempat yang sama. Masing-masing kelompok diperkirakan akan diikuti oleh 30-200 orang.

Adapun total personel gabungan TNI/Polri yang akan dikerahkan untuk mengamankan sidang MK sebanyak 48.000 personel termasuk personel Pemprov DKI Jakarta baik petugas kesehatan maupun pemadam kebakaran. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini