Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Denny Indrayana / YouTube

telusur.co.id – Mahkamah Konstitusi diminta untuk mendiskualifikasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor pemilihan 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Permintaan itu disampaikan tim hukum capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Denny Indrayana saat membacakan gugatan permohonan di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/19).

Dalam kesempatan tersebut, Denny yang merupakan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM era pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan alasan jika terjadi kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam pelaksanaan Pilpres 2019.

“Paslon 01 telah melakukan kecurangan pemilu yang tidak hanya biasa-biasa saja, tetapi sudah bersifat terstruktur, sistematis, dan masif,” kata Denny.

BACA JUGA :  Sidang MK, Denny Indrayana Sebut Keliru Jika Tautan Berita Bukan Alat Bukti

Oleh karena adanya kecurangan pemilu (electoral fraud) yang TSM, yang dilakukan oleh paslon 01 dengan menyalahgunakan kekuasaannya selaku presiden petahana, pihaknya memohonkan MK mendiskualifikasi paslon 01 sebagai peserta Pilpres 2019 atau paling tidak melakukan pemungutan suara ulang.

Kemudian dirinya juga menyinggung soal Polri, intelijen, dan birokrasi saat berbicara mengenai dugaan kecurangan Pilpres terstruktur, sistematis, dan masif.

“Beban pembuktian dalam kasus ini tidak bisa semata di tangan pemohon karena yang sedang didalilkan melakukan kecurangan adalah presiden dengan aparat kepolisian, intelijen, dan birokrasinya,” kata Denny.

BACA JUGA :  Ini 9 Hakim MK Yang Tangani Sengketa Pilpres

“Maka dengan penuh kerendahan hati, kami memohon dukungan penuh dari MK, khususnya untuk membangun sistem witness protection bagi para saksi dan ahli yang akan hadir di MK.”

Menurut pihak Prabowo-Sandi, perolehan suara pasangan Jokowi-Ma’ruf sebanyak 85.607.362 suara, dan Prabowo-Sandiaga 68.650.239 suara, sebagaimana penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara KPU tidak sah menurut hukum.

Disampaikan tim hukum Prabowo-Sandi, data perolehan suara yang benar adalah, Jokowi-Ma’ruf 63.573.169 (48%), dan Prabowo-Sandiaga 68.650.239 (52%). [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini