Pengamat politik Universitas Paramadina. Foto: Istimewa

telusur.co.id – Wacana Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diusulkan Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD), dinilai hanya untuk menarik perhatian publik saja, sambil menyiapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi ketua umum.

Demikian disampaikan oleh pengamat politik Hendri Satrio kepada telusur.co.id, Minggu (16/6/19).

“Gimana kader dan simpatisan Demokrat melihat ini bila Demokrat belum dipimpin oleh AHY setelah misalnya SBY memilih untuk menjadi pembina,” kata Hendri.

Hendri juga mengaku tidak percaya dengan konflik dimana dimunculkannya nama cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, serta mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, oleh Andi Arief, yang diklaimnya keingginan dari Max Sopacua cs mengupayakan mereka menjadi ketua umum Demokrat

BACA JUGA :  Kontroversi Andi Arief, Dari Jenderal Kardus Sampai Kasus Narkoba Bersama Wanita

“Ada wacana Gatot ataupun Sandiaga Uno ini kan susah kita percaya konflik beneran atau bukan,” ujar Hendri.

Alasan sulit mempercayai terjadinya konflik antara Max Sopacua cs versus Andi Arief dkk, karena menurut Hendri, mereka sangat dekat dengan sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lagi pula, kata Hendri, hingga saat ini SBY pun belum mengeluarkan statement terkait hal itu.

“Saya sih melihathnya testing the water saja. Soalnya dua-duanya deket sama SBY. Susah kita percaya kalau mereka lagi berkonflik. Sampai hari ini SBY nggak ngomong apa-apa,” tukas Hendri.[Ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini