Polisi Tebaki Penentang RUU Ekstradisi Dengan Gas Air Mata Di Hong Kong / Reuters

telusur.co.id – Polisi anti huru hara sejak dini hari tadi telah bersiap untuk menghadapi masyarakat Hong Kong yang menolak ataupun memprotes RUU ekstradisi ke Cina, dengan melakukan aksi unjuk rasa.

Kesiapan dilakukan terkait sempat terjadinya bentrok antara polisi anti huru hara dengan pemrotes Hong Kong, pada pukul 10 malam, Rabu kemarin.

Dalam bentrok yang terjadi Rabu malam, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia, Kamis (13/6/19), 72 dirawat di rumah sakit, dua diantaranya dikabarkan mengalami luka serius. Hal itu sebagaimana disebutkan Otoritas Rumah Sakit Hong Kong.

Ketegangan dan bentrok terjadi setelah polisi menembakkan peluru karet, gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan para demonstran dari badan legislatif kota.

BACA JUGA :  Ribuan Orang Kumpul di Hong Kong Tolak Rencana Ekstradisi ke Cina

RUU ekstradisi itu sendiri telah memicu keprihatinan yang luas, baik secara lokal maupun internasional. RUU tersebut dinilai berisiko melanggar batas dan mengancam supremasi hukum yang menopang status keuangan internasional.

Potensi ekstradisi ke Cina, yang memiliki sistem hukum berbeda, mengkhawatirkan seluruh warga Hong Kong, baik kelompok-kelompok bisnis internasional, masyarakat umum dan pihak-pihak pro-demokrasi.

Mereka khawatir Cina akan secara perlahan-lahan berusaha mengikis otonomi khusus yang diberikan untuk Hong Kong setelah wilayah itu dikembalikan kepada Cina pada tahun 1997.

Sekedar mengingatkan, tahun 2014 pernah berlangsung demonstrasi massal yang dikenal sebagai “The Umbrella Movement“. Para demonstran membawa payung sebagai simbol perlawanan pasif terhadap semprotan merica dan piranti lain yang digunakan polisi Hong Kong untuk membubarkan demonstrasi selama 79 hari di pusat kota tersebut, yang menuntut pemilihan langsung setelah Cina mengingkari janji untuk melangsungkan hak pilih universal pada tahun 2017.

BACA JUGA :  Ribuan Orang Kumpul di Hong Kong Tolak Rencana Ekstradisi ke Cina

Namun, demonstrasi itu berakhir tanpa mendapatkan konsesi apapun dari pemerintah Hong Kong. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini