telusur.co.id – Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) non aktif Putra Jaya Husin mengatakan keputusan keluar atau bubar dari koalisi 02 harus diputuskan melalui mekanisme internal partai.

“Di Internal PAN. Sikap Partai harus diputuskan melalui mekanisme yang ada, bukan berdasarkan pernyataan seorang Sekjen,” sindir Putra Jaya melalui akun twitternya, Selasa.

Ditegaskan Putra Jaya lagi, selama mekanisme partai tidak ditempuh, maka keputusan Rakernas 2018 tetap menjadi Putusan Organisasi Partai. “Setahu saya pernyataan Sekjen hanya sikap pribadi,” ujar dia.

Putra Jaya menanggapi pernyataan Eddy Soeparno yang menanggapi wacana pembubaran koalisi yang diusulkan oleh Partai Demokrat. Menurut Eddy, jika koalisi bubar akan mengikis polarisasi di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  PKS dan PAN Hadiri Rakornas Gerindra

“Kita hormati usulan teman-teman Partai Demokrat sebagai upaya untuk menyatukan bangsa yang praktis terbelah selama delapan bulan di masa kampanye pilpres sampai dengan sekarang,” kata Eddy di Jakarta, Senin 10 Juni 2019.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik menyarankan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto membubarkan koalisi mereka. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini