Ilustrasi Tol Laut/Net

telusur.co.id – Presiden Joko Widodo menyatakan berkali-kali tidak ada perbedaan daerah yang menang Jokowi-Ma’ruf atau kalah pada Pilpres 2019. Salah satunya Aceh yakni di mana Jokowi kalah telak, hanya memperoleh 14 persen suara. Meski kalah di Aceh, Jokowi mengirim kapal Pelni untuk menjalankan amanah tol laut dengan membawa komoditi dari dan ke Aceh.

“The Jokowi Center mengapreasi kepada Pelni yang mendapat penugasan Tol Laut Rute T-1 Belawan-Lokseumawe-Malahayati-Sabang, dan Tapaktuan. Semoga pengusaha bisa menggunakan kehadiran tol laut ini dengan semaksimal mungkin,” kata Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus di Jakarta, Jumat (12/7/19).

Menurut Neta, penugasan ini untuk membangun konektivitas jalur laut dari Belawan ke pulau terdepan Indonesia, yaitu Sabang. Berdasarkan data yang diperoleh, kata Neta, penugasan rute T-1 ini dilayari oleh KM. Caraka Jaya Niaga III-32 berkapasitas 115 kontainer.

BACA JUGA :  Kemenhub Bilang Tol Laut Bangkitkan Ekonomi

Kapal buatan dalam negeri ini telah disiapkan di Belawan, Sumatera Utara dan siap memfasilitasi para pengusaha dari Sumatera Utara dan pengusaha Aceh yang akan mengirim barang dari Belawan, Malahayati, hingga ke Sabang secara langsung. Sekadar catatan, Jokowi telah mengoperasikan kapal tol laut sejak 4 November 2015.

“Kapasitas kapal ini bisa membawa 115 kontainer. Nah bagaimana pelaku usaha bisa mengirim komoditi-komoditi atau produk sehingga kapasitas kapal terisi,” tantangnya.

Neta mengingatkan peluang emas ini harus direbut dan dioptimalkan oleh pelaku UKM, pengusaha, pemerintah, dan berbagai pihak untuk memakai tol laut. Untuk itu, pemerintah dan organisasi saudagar harus membangun komunikasi memanfaatkan tol laut sebagai solusi menekan disparitas harga di daerah terdepan, terbelakang, dan terluar.

BACA JUGA :  PUPR Rampungkan Sejumlah Fasilitas yang Rusak di Aceh Akibat Gempa

“Ada yang bilang barang-barang di Aceh mahal karena diangkut dengan truk dari Medan. Akibatnya, harga jual mahal. Kini dengan tol laut, biaya pengiriman bisa ditekan. Transportasi laut adalah termurah di dunia,” jelasnya.

Neta juga mengingatkan, setelah KM. Caraka Jaya Niaga menurunkan barang-barang di pelabuhan berlabuh, maka ada komoditi yang diangkut dari daerah itu agar kapal tidak kosong berlayar.

Disebutkan pengiriman barang-barang melalui tol laut di Aceh ini akan menekan biaya pengiriman sehingga harga barang bisa bersaing dengan produk lain.

“Pemeritah telah menyediakan tol laut dan keberadaan ini bisa ditutup jika kurang partisipasi dari kalangan pengusaha. Kalangan pelaku UKM, pengusaha, dan pemerintah ditantang untuk memaksimalkan kehadiran tol laut di seluruh Indonesia,” pungkasnya. [Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini