120 Becak Listrik Mendarat di Depok, Hamzah Sebut Pengemudi Bisa Lebih Produktif

by Farauq Iskandar |
120 Becak Listrik Mendarat di Depok, Hamzah Sebut Pengemudi Bisa Lebih Produktif
Ketua Komisi B DPRD Depok, Hamzah (kiri) bersama Wali Kota Depok, Supian Suri (kanan) saat menjajal becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto. Sumber foto: Telusur/Malik Sihite

telusur.co.id - Sebanyak 120 becak listrik diserahkan kepada masyarakat Kota Depok, khususnya para pengemudi Lanjut Usia (lansia) dalam sebuah kegiatan yang digelar di Aula Teratai Lantai 1 Balai Kota Depok, Senin (5/10/2026).

Ketua Komisi B DPRD Kota Depok Hamzah mengatakan, penggunaan becak listrik dapat membuat para pengemudi bekerja lebih ringan karena tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga fisik.

“Bantuan (dari Pak Presiden) ini diberikan kepada keluarga, para pejuang keluarga, supaya enggak lelah dan lebih produktif,” ucap dia kepada wartawan.

“Pak Presiden melihat masyarakat yang mengayuh becak itu umurnya sudah pada sepuh, pakai tenaga sendiri. Akhirnya tergugah hatinya beliau menciptakan program yang namanya becak listrik,” lanjut Hamzah.

Wakil Rakyat Dapil Tapos-Cilodong itu menambahkan, penggunaan tenaga listrik juga memungkinkan pengemudi meningkatkan aktivitasnya. Jika sebelumnya tenaga mereka cepat terkuras setelah beberapa kali mengayuh, dengan becak listrik jarak dan frekuensi perjalanan bisa lebih banyak.

Hamzah menyebut, becak listrik tersebut mampu menempuh jarak sekitar 40 kilometer dengan kapasitas beban penumpang dan pengayuh hingga sekitar 200 kilogram.

Bagi dia, hal itu bukan hanya soal memudahkan pekerjaan, tetapi juga berkaitan dengan peluang peningkatan pendapatan para pengemudi.

Di sisi lain, hadirnya becak listrik juga memunculkan persoalan baru terkait aturan operasional becak di Kota Depok.

Hamzah menuturkan, DPRD akan melihat kembali aturan yang selama ini mengatur kawasan mana saja yang boleh dan tidak boleh dilalui becak.

Hal itu menjadi penting karena becak listrik memiliki karakter berbeda dengan becak konvensional. Kendaraan tersebut tidak sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia, melainkan menggunakan motor listrik sebagai bantuan penggerak.

“Makanya nanti kita lihat bagaimana perdanya yang sudah diatur, zona mana yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan,” beber Hamzah.

Dia memaparkan, DPRD Kota Depok akan mengkaji kemungkinan penyesuaian aturan tersebut dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik.

Namun, Hamzah belum memastikan apakah kajian tersebut nantinya akan berujung pada revisi Peraturan Daerah (Perda). Kata dia, hal tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut di DPRD.

Lebih jauh, dia menjelaskan, penerima bantuan bukan dipilih secara tiba-tiba. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan pendataan selama hampir dua bulan untuk mengetahui pengemudi yang memang selama ini menjalankan aktivitas mengayuh becak.

Politikus Gerindra itu menerangkan bahwa para pengemudi tersebut banyak beraktivitas di lingkungan perumahan dan pasar, bukan di jalan-jalan protokol.

Tak hanya itu, Hamzah mengungkap, jumlah penerima manfaat juga masih berpeluang bertambah apabila program tersebut kembali digulirkan.

Selain 120 becak listrik, dalam kegiatan yang sama juga diserahkan 100 tablet kepada anak-anak sekolah dasar.

Hamzah menyampaikan, bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program yang menyasar masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Di akhir, dia menegaskan, DPRD Kota Depok akan mendukung dan mengawal program tersebut sesuai dengan kewenangan yang dimiliki di daerah.

Kegiatan serah terima bantuan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, Wali Kota Depok Supian Suri, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Pradi Supriatna, Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok Qori Hatmalina, Anggota Komisi B DPRD Kota Depok Irfan Rifai, serta Ketua Fraksi Gerindra Edi Masturo.

Laporan: Malik Sihite

Komentar

Berita Terkait