OFTCS 2026 Perluas Kompetisi Perpajakan dari Jawa Timur ke Tingkat Nasional

by Arianto Deni |
OFTCS 2026 Perluas Kompetisi Perpajakan dari Jawa Timur ke Tingkat Nasional
Olimpiade Forum Tax Center Surabaya (OFTCS)

Olimpiade Forum Tax Center Surabaya (OFTCS) memasuki babak baru. Pada penyelenggaraan tahun ketiga, kompetisi yang digagas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I bersama Forum Tax Center Surabaya dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya tersebut memperluas cakupannya dari tingkat Jawa Timur menjadi kompetisi perpajakan tingkat nasional.

OFTCS 2026 digelar di Auditorium B, Gedung Benedictus Lantai 4, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mengembangkan pengetahuan dan kompetensi di bidang perpajakan.

Mengusung tema “Ekosistem Pajak Terintegrasi: Masa Depan Reformasi Perpajakan Indonesia”, rangkaian kompetisi dimulai melalui babak penyisihan yang digelar secara daring pada 16 September 2026.

Sebanyak 32 tim dari 18 perguruan tinggi mengikuti babak penyisihan tersebut. Setelah melewati tahap awal, delapan tim berhak melanjutkan perjuangan ke babak perempat final, semifinal, hingga final.

Sambutan Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I disampaikan Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Timur I, Lusi Yuliani. Ia mengapresiasi peserta dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan OFTCS 2026.

“OFTCS bukan hanya menjadi ajang kompetisi untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan perpajakan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun karakter yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Perkembangan sistem dan regulasi perpajakan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dan memiliki integritas,” ujar Lusi.

Kompetisi tahun ini melibatkan dewan juri dari sejumlah unsur, yakni IKPI Jawa Timur, IKPI Surabaya, Kanwil DJP Jawa Timur I, PB Taxand, serta ENCO Tax and Business Consultant.

Setelah melalui seluruh tahapan kompetisi, Bisa Menang dari BINUS University keluar sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih WM 1 is Back dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, sedangkan Taxtile dari Universitas Brawijaya menempati Juara III.

Sementara itu, When Yah dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya meraih Juara Harapan I. Gelar Juara Favorit juga diberikan kepada Taxtile dari Universitas Brawijaya.

Tidak hanya berisi kompetisi, OFTCS 2026 juga menghadirkan diskusi panel bertajuk “Regulasi dan Prospek Karier Bidang Perpajakan”.

Diskusi tersebut menghadirkan narasumber dari Tim Kerja Pembinaan Profesi Keuangan, Direktorat Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan; Sekretaris Umum IKPI; serta kalangan akademisi dan praktisi perpajakan.

Berbagai isu dibahas dalam forum tersebut, mulai dari perkembangan regulasi perpajakan, dinamika profesi, peluang karier, hingga kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

Kegiatan OFTCS 2026 turut dihadiri Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Bapenda Jawa Timur, Akhmad Zainuddin, yang mewakili Wakil Gubernur Jawa Timur untuk menyampaikan keynote speech.

Hadir pula Wakil Rektor II Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Cicilia Erna Susilawati, Dekan Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Hendra Wijaya, Ketua Forum Tax Center Surabaya Norbertus Purnomolastu, serta Ketua IKPI Cabang Surabaya Enggan Nursanti.

Selain peserta kompetisi, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa Tax Center dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Surabaya.

Perluasan OFTCS menjadi kompetisi tingkat nasional mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem perpajakan, mulai dari Direktorat Jenderal Pajak, perguruan tinggi, Tax Center, organisasi profesi, praktisi, hingga mahasiswa.

Melalui kompetisi dan diskusi, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan perpajakan sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, menyampaikan gagasan, dan menjaga integritas.

OFTCS 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh dunia perpajakan, mempersiapkan kompetensi menghadapi dunia kerja, serta mengembangkan kapasitas diri untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Komentar

Berita Terkait