Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Diikuti Hampir 11 Ribu Pelari, Dampak Ekonomi Capai Rp74,78 Miliar

by Arianto Deni |
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Diikuti Hampir 11 Ribu Pelari, Dampak Ekonomi Capai Rp74,78 Miliar
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang berlangsung di area Balai Kota Surabaya, Minggu (4/10/2026). Foto: Istimewa.

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 kembali digelar untuk ketiga kalinya dengan antusiasme peserta yang terus meningkat. Ajang lari yang berlangsung di area Balai Kota Surabaya, Minggu (4/10/2026), tersebut diikuti hampir 11.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Mengusung kategori Full Marathon 42,195K, Half Marathon 21K, 10K, 5K, dan Kids Dash, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata Kota Surabaya.

Tahun ini, sebanyak 39 persen peserta tercatat berasal dari luar Surabaya. Komposisi tersebut menunjukkan semakin luasnya daya tarik ajang yang merupakan bagian dari ISOPLUS Run Series itu bagi pelari dari berbagai wilayah.

Keunikan ISOPLUS Run Series terletak pada konsep Complete Running Experience yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan pelari dari level pemula hingga profesional. Salah satu program pendukungnya adalah 21 Weeks Training yang dapat diakses melalui akun Instagram @isoplus7ion.

Program tersebut tidak hanya memberikan menu latihan fisik terstruktur, tetapi juga membekali peserta dengan edukasi mengenai nutrisi, panduan porsi dan menu harian menjelang race day, hingga strategi hidrasi untuk menjaga kebugaran dan stabilitas tubuh.

“ISOPLUS menyediakan edukasi nutrisi dan hidrasi yang optimal. Untuk memperkecil risiko cedera dan menekankan pengalaman lari yang menyenangkan, ISOPLUS tidak hanya hadir mendampingi peserta saat perlombaan, tetapi melangkah bersama para pelari sejak awal masa persiapan melalui edukasi fisik, nutrisi, dan kecukupan cairan yang menyeluruh. Kami menggandeng professional running coach serta sports nutritionist yang bersedia menyediakan edukasi yang dapat diaplikasikan baik untuk persiapan race maupun gaya hidup sehari-hari” ujar Joshua Gunawan, selaku Head of Ready to Drink Beverages WINGS Food.

Lomba Dihentikan demi Keselamatan Pelari

Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Penyelenggara melakukan pemantauan kondisi cuaca dengan menggunakan indikator Wet Bulb Global Temperature (WBGT), yang informasinya disampaikan melalui media sosial maupun weather flag di area race central.

Pada flag off kategori Marathon pukul 04.00, kondisi cuaca tercatat berada pada suhu 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 86,6 persen. Saat kategori Half Marathon dimulai pukul 04.30, suhu turun menjadi 23,1 derajat Celsius dan bertahan pada angka tersebut ketika kategori 10K serta 5K dilepas.

Namun, kondisi berubah signifikan menjelang siang. Peningkatan WBGT membuat penyelenggara akhirnya mengambil keputusan untuk menghentikan perlombaan demi keselamatan seluruh peserta.

“Kecepatan angin rata-rata 5 km/jam dan kelembapan antara 70-84%, dan kualitas udara ada di antara 95-103, tetapi menuju siang turun menjadi 73, itu bagus banget. Tetapi alam punya catatan sendiri untuk kita, pada pukul 08.25, WBGT menunjukkan suhu antara mulai pukul 08.00 di 33-36 derajat C, apabila kita merujuk pada peraturan World Athletic, 33 derajat lomba lari harus dihentikan. Tetapi karena kita berada di iklim tropis kita terbiasa untuk lari di cuaca panas. Kita tunggu beberapa waktu, tetapi kurang dari 10 menit, suhu melonjak ke 42-44 derajat celcius bahkan sampai ke 48 derajat celcius. Sehingga saya berkoordinasi dengan Running Doctors, dan Koordinator Medis, untuk keselamatan semuanya maka lomba kami hentikan. Kami melakukan tindakan evakuasi untuk para pelari, tetapi apabila ingin melanjutkan perjalanan silahkan berjalan kaki (tidak lari), fasilitas water station tetap kita sediakan. Mereka tetap tiba di garis finish sebagai finisher, mendapatkan medali dan jaket finisher, karena bukan kesalahan pelari tapi kondisi yang tidak memungkinkan,” ujar Safrita Aryana selaku Race Director ISOPLUS Run Series 2026.

Meski perlombaan dihentikan, peserta yang melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki tetap mendapatkan fasilitas water station serta berstatus sebagai finisher. Penyelenggara juga memberikan medali dan jaket finisher sebagai bentuk apresiasi kepada peserta.

Hampir 11 Ribu Peserta, Dampak Ekonomi Tembus Rp74,78 Miliar

Partisipasi dalam Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah peserta tahun ini mencapai hampir 11.000 pelari, naik dari sekitar 9.000 peserta pada 2025.

Dari sisi demografi, peserta tahun ini terdiri atas 61,35 persen laki-laki dan 38,65 persen perempuan. Sementara berdasarkan domisili, 61,11 persen peserta berasal dari Surabaya dan 38,89 persen berasal dari luar kota.

Kehadiran pelari dari luar daerah turut memberikan efek terhadap aktivitas ekonomi di Kota Surabaya. Berdasarkan kajian Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEP FEB) Universitas Airlangga, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 menghasilkan perputaran aktivitas ekonomi hingga Rp74,78 miliar.

Nilai tersebut berasal dari berbagai pengeluaran peserta dan panitia, antara lain untuk akomodasi, transportasi, konsumsi, serta kebutuhan operasional. Aktivitas tersebut kemudian memberikan efek lanjutan melalui keterkaitan antarsektor dan rantai pasok barang serta jasa lokal.

“Selain perputaran aktivitas kegiatan ekonomi, kajian LPEP FEB Universitas Airlangga juga mengestimasi kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya sebesar Rp 41,47 Miliar. Nilai tersebut merepresentasikan pembentukan nilai tambah ekonomi melalui aktivitas produksi dan kompensasi tenaga kerja. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan olahraga berskala besar berpotensi menciptakan nilai ekonomi baru yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” ujar Atik Purmiyati, Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPEP FEB Universitas Airlangga.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga mengapresiasi penyelenggaraan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

“Matur nuwun kali ini diadakan kembali Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Ini membuktikan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota pilihan untuk lari marathon di Indonesia. Dampaknya sangat luar biasa perputaran ekonominya, ini adalah salah satu marathon yang ada di Surabaya, yang menimbulkan efek ekonomi dengan menaikkan PAD kota Surabaya. Perputaran ekonomi yang dihasilkan dari acara ini sangat berdampak nyata, tidak hanya menghidupkan sektor transportasi dan perhotelan, tetapi juga membawa berkah dan transaksi lanjutan bagi para pelaku UMKM lokal, sehingga kami sangat mengapresiasi ISOPLUS atas sinergi yang memajukan masyarakat Surabaya ini. Semoga tahun depan lebih baik lagi, mungkin tidak hanya 1 hari tetapi 2 hari seperti yang terjadi di kota lain,” ujar Eri Cahyadi.

Selain perlombaan, penyelenggara juga menyiapkan race village yang dirancang sebagai ruang berkumpul bagi pelari, keluarga, dan kerabat setelah menyelesaikan aktivitas. Beragam hiburan, booth sponsor, makanan, dan minuman disediakan dengan suasana festival.

Imanuel Hutasoit dan Inarotul Carifah Jadi yang Tercepat

Sejumlah pelari berhasil menjadi yang tercepat di masing-masing kategori. Pada kategori umum Full Marathon putra, Imanuel Hutasoit menjadi juara pertama dengan catatan waktu 2:34:19. Sementara kategori Full Marathon putri dimenangi Inarotul Carifah dengan waktu 3:34:19.

Untuk kategori Half Marathon putra, Ibnu Sidik finis sebagai juara pertama dengan catatan waktu 1:11:39. Pada kategori putri, Nefriana Ariance D menjadi yang tercepat dengan waktu 1:25:09.

Di kategori 10K putra, Luqmanul Hakim menjadi juara pertama dengan catatan waktu 33:28, sedangkan kategori putri dimenangi Marhaendrassiwi dengan waktu 40:30.

Sementara itu, kategori 5K putra menempatkan Dafid Sandi Eka P sebagai juara pertama dengan waktu 17:44. Kategori 5K putri dimenangi Novia Nirwani dengan catatan waktu 19:26.

Dorong Kesadaran Pilah Sampah

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 juga menjadi momentum bagi ISOPLUS dan Yayasan WINGS Peduli untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui kampanye #PilahDariSekarang.

Dalam program tersebut, peserta diajak memilah sampah sejak dari sumbernya melalui fasilitas tempat sampah terpilah yang tersedia di area race village. Langkah ini ditujukan agar sampah yang dihasilkan selama kegiatan tidak berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Surabaya.

Sebanyak 28 unit tempat sampah terpilah kategori organik dan anorganik ditempatkan di sepanjang race village. Fasilitas tersebut juga menggunakan papan daur ulang yang dibuat dari 200.000 tutup botol ISOPLUS dan AQUVIVA melalui kolaborasi Yayasan WINGS Peduli dengan Recycle Studio ATMI Cikarang.

Sampah yang terkumpul kemudian dikelola dan didaur ulang sesuai kategorinya melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pemerintah Kota Surabaya.

Bank MAS Hadirkan Aktivitas dan Lelang Running Gear

Memasuki tahun ketiga sebagai sponsor utama ISOPLUS Run, PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (Bank MAS) turut mendukung penyelenggaraan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 melalui berbagai aktivitas dengan mengusung semangat #JadiAndalan Kejar Tujuan.

“Kolaborasi bersama ISOPLUS Run menjadi bagian dari upaya Bank MAS untuk semakin dekat dengan komunitas yang aktif sekaligus menghadirkan layanan finansial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui semangat #JadiAndalan, kami ingin terus menjadi mitra finansial yang dapat diandalkan dalam mendukung masyarakat mencapai berbagai tujuan,” ujar Ho Danny Hartono, Direktur Utama Bank MAS.

Sejumlah aktivitas disiapkan mulai dari Race Pack Collection hingga Race Day. Di Surabaya, Bank MAS juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk mendorong penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital.

Peserta dapat mengikuti berbagai aktivitas di booth Bank MAS dan berkesempatan memperoleh hadiah senilai jutaan rupiah melalui gacha games dengan melakukan transaksi menggunakan QRIS senilai Rp1.

Keseruan berlanjut pada Race Day melalui Lelang Running Gear di main stage ISOPLUS Run. Sejumlah perlengkapan olahraga seperti Google Fitbit Air, Shokz OpenRun Pro, ONPOINT Muscle Gun, hingga kacamata lari Unstoppable Culture ditawarkan dengan harga pembukaan mulai Rp50.000.

Gelaran tahun ketiga Surabaya ISOPLUS Marathon pun menunjukkan bahwa ajang lari tidak hanya menjadi ruang untuk mendorong gaya hidup aktif, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, kepedulian lingkungan, serta keterlibatan komunitas di Kota Surabaya.

Komentar

Berita Terkait