25 Peserta Grand Final Pemilihan Putri Wisata Simalungun 8 Jadi Duta - Telusur

25 Peserta Grand Final Pemilihan Putri Wisata Simalungun 8 Jadi Duta

 Para sang juara saat diabadikan dengan kontestan lainnya

telusur.co.id -Dari 25 Peserta Grand Final Pemilihan Putri Wisata Simalungun hanya 8 (delapan) orang yang terpilih menjadi Duta Pariwisata tahun 2020 di Pahoda Open Stage Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Sumut, Sabtu (7/3/2020) pengumumannya sampai pukul 21.00 Wib.

Sesuai hasil keputusan dan penilain dewan juri, juara pertama diaraih Winda RS Boru Situmorang warga kelurahan Sipingol-pinggol, juara dua adalah Cloudia Stevani Saragih warga Pematangsiantar, ketiga Stepanie JA Boru Gultom dari Pematangsiantar, sebagai Putri Intelegensia diraih Dinawati Veronika  Napitupulu dari Bah Butong Kecamatan Sidamanik dan sang juara dihadiahi uang jutaan rupiah berikut mahkota putri wisata Simalungun. 

Sementara untuk putri Persahabatan diraih Pnopacsky F Boru Manurung dari Parapat, Putri Foto Genik pertama Fiky Avrilia dari Pematangsiantar, Putri Foto Genik kedua Utami Astika Boru Purba dari Pardagangan Simalungun, dan putri Favorit terpilih diraih Ester Anastasya Boru Simamora dari Parapat.

Untuk juara pertama diberikan dana pembinaan Rp 8 juta, kedua Rp 6 juta dan ketiga Rp 4 juta. Lalu pada kategori  Putri Persahabatan, Favorit, Intelegensia dan Fotogenik masing-masing mendapatkan hadiah Rp 2.5 juta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Simalungun Resman Saragih dalam sambutannya berharap para finalis Grand Final Pemilihan Putri Wisata Simalungun 2020 terpilih akan lebih memahami tugas sebagai Duta Pariwisata untuk mempromosikan kawasan Wisata se Kabupaten Simalungun termasuk Danau Toba yang memiliki citra positif ke nusantara maupun ke  mancanegara, Katanya.

Untuk itu, selamat kepada sang juara dan kepada adek-adek, atau peserta yang belum beruntung kali ini, asah kemampuannya lagi, berlatih dan belajar lebih baik, kuasai obyek wisata kita, dan pada tahun mendatang pasti lebih seru lagi, sebab kita harapkan kegiatan ini berkesinambungan seperti harapan masyarakat Simalungun, Ujarnya.

Sementara itu sejumlah orangtua yang melihat kegiatan pemilihan putri wisata Simalungun di Atsari Hotel dan Gran Finalnya di Pagoda Openstage Parapat memberikan masukan serta usul yang klasik dan masuk akal.

"Kami berharap agar pemilihan putri wisata Simalungun ditahun mendatang supaya lebih mengutamakan generasi anak-anak kita dari Daerah Simalungun dulu, sebab Kabupaten Simalungun terdiri dari 32 Kecamatan, nah jika pesertanya dikali 2 per kecamatan saja maka pesertanya sudah 64 orang. Jangan ikutkan dari daerah lain dulu, seperti Siantar yang sudah kerab mengikuti lomba-lomba seperti ini, sehingga kesempatan untuk anak-anak (para putri) kita, pasti lebih cinta dan mengedepankan kampung halamannya",  Ujar salah satu orang tua.

Jadi jangan diikutkan peserta dari kota Siantar, sebab rata-rata pemenangnya sepertinya sudah memiliki Management dan sudah mahasiswa pula, mereka sudah mejadikan event seperti ini jadi 'dapur tersendiri' lewaat profesi Cat Walk. Adalah hal yang wajar, jika itu dilakukan, tetapi jika anak-anak kita belum siap tanding secara profesional karena minimnya pembinaan, diharapkan kita asah kemampuan kita dulu di Simalungun, tentu dengan kegiatan-kegiatan yang telah dimodifikasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simalungun, sebab kita memakai APBD Simalungun koq, masa Siantar yang menikmati, kira-kira gitulah, dan kedepannya disaat kita siap berkompetitor dan anak-anak dari Simalungun sudah siap Fight (tanding), sekalian aja buat open turnament Sumut (kejuaran terbuka untuk putri wisata Simalungun, Ujarnya. 

 

Sekdisparbud Simalungun Anson Napitupulu SH, yang dikonfirmasi terkait permohonan dan masukan dari para orang tua di Parapat itu, menyampaikan kedepannya akan memberikan masukan kepada tim Panitianya. "Ide itu bagus, dan akan kita sampaikan juga kepada pimpinan, benar memaang, daerah Siantar masih identik dengan budaya Simalungun, dan semula itulah yang melatar belakangi, namun jika per Kecamatan mau mengirimkan timnya kelak, kita akan coba dengan yang lebih meriah lagi", Ujarnya.

Dari sisi lain sesuai dengan kritik dan saran anak-anak yang mengikuti konestan pemilihan putri wsiata Simalungun berharap supaya lebih memilih dewan Juri yang lebih bersahabat, jangan jutek dongk, "Saya bukan karena kalah ya, cuman saat di Atsari kemarin ada peserta yang tumit sepatunya patah dan jalannya keselip seperti keseleo, tapi toh menjadi pemenang, adalagi saat menjawab juri kerab menggunakan kata yang berulang, tapi tetap dimenangkan juga, hal itu yang membuat kami kecewa atas Juri kali ini, dan kalau boleh tahun depan digantilah dulu dengan yang lebih mendidik, toh kami belum tentu terus jadi duta Wisata Simalungun dan danau Toba, seandainya terbuka untuk umum, jangan-jangan orang simalungun yang ada di jakarta sanalah yang terpilih jadi dutanya kan?. Dan itu wajar demi promosi wisata yang lebih baik, Ujar salah seorang peserta. [Asp]

 

Laporan : Jess

 

,


Tinggalkan Komentar