Aktivis Dari Berbagai Organisasi Kepemudaan, Buruh Dan Tenaga Pendidik Di Subang Tolak RUU Omnibus Law - Telusur

Aktivis Dari Berbagai Organisasi Kepemudaan, Buruh Dan Tenaga Pendidik Di Subang Tolak RUU Omnibus Law


telusur.co.id - Sejumlah Aktivis dari berbagai organisasi kepemudaan, buruh dan tenaga di Kabupaten Subang sepakat menolak RUU Omnibus Law yang dinilai banyak merugikan masyarakat kecil.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi yang digelar di Sekretariat Pemuda Muhammadiyah, Jalan Palabuan, Subang, Minggu (08/03/2020).

Hadir dalam kesempatan tersebut puluhan aktivis dari berbagai organisasi kepemudaan, buruh, mahasiswa hingga kalangan pendidik.

H. Ade Mulyana dari PGRI mengatakan isu Omnibus Law merupakan isu nasional, tapi efeknya akan sangat terasa di kabupaten Subang.

“Itulah yang menjadi dasar kita melakukan rentetan diskusi terkait hal ini. Sektor-sektor yang akan kita kriritasi tidak hanya pendidikan dan buruh tapi berbagai sektor yang memang akan terpengaruh bila Omnibus Law ini diberlakukan. Apalagi ke depan kita jadi akan jadi pintu gerbang dunia melalui Patimban yang akan berdampak pada berbagai kehidupan di kabupaten Subang,” katanya.

Menurutnya, guru harus berteriak, karena ada hal diskriminatif yang tidak pantas diantaranya terkait UU sisdiknas dan dosen.

“Subang harus ada suara ke tingkat nasional terkait Omnibus Law ini karena memang banyak hal-hal yang tidak menguntung kan,” katanya.

Sementara Ekonom Subang dari STIESA, Gugyh Susandy mengungkapkan, jika Omnibus Law ini diberlakukan maka pusat akan menarik kembali pajak daerah, retribusi dan lainnya hingga kewenagan pemerintah daerah berkurang. Maka hal ini akan berpotensi menyebabkan penurunan PDRB, daya beli turun termasuk juga penyerapan tenaga kerja akan menurun.

“Secara ilmiah estimasinya pertumbuhan ekonomi negative slope,” katanya.

Selanjutnya, para peserta diskusi ini sepakat akan melakukan dialog publik yang akan dihadiri 1.000 orang di gedung DPRD dengan pembicara berbagi sektor pekan depan.

Seperti diketahui, saat ini penolakan terhadap RUU Omnibus Law terus bergulir. Penolakan itu disuarakan mulai dari ruang-ruang diskusi hingga turun ke jalan. [Asp]

Laporan : Deny Suhendar  
 


Tinggalkan Komentar