telusur.co.id - Manajer Operasional Akurat Surve Terukur Indonesia (ASTI) Jawa Timur, Baihaki Siraj mengatakan Pilwali Surabaya paling mendapat perhatian dari banyak pihak, karena Surabaya merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur.
Wajar, bila dinamikanya selalu memunculkan kejutan baru, seperti munculnya sosok Machfud Arifin (MA) sebagai Calon Walikota Surabaya.
Disebutkan, sosok Machfud Arifin, sejak menyatakan kesiapannya maju dalam Pilwali Surabaya dukungan dari partai politik terus mengalir, dan kini mantan Kapolda Jatim itu sudah mengantongi dukungan yang cukup untuk mendaftar sebagai Calon Walikota Surabaya.
Dia menyebut dinamika itu menjadi perhatian khusus bagi PDI Perjuangan sebagai partai yang selalu menempatkan kadernya termasuk di Walikota Surabaya. Sebut saja Bambang DH, hingga Tri Rismaharini.
Menurut Baihaki, PDIP tentu tidak ingin kehilangan kadernya di Walikota Surabaya. Sehingga, bila sebelumnya santer kabar PDIP akan mengusung beberapa tokoh baik internal maupun eksternal, seperti Eri Cahyadi (Kepala Bappeko), Wisnu Sakti Buana (Wakil Walikota Surabaya), Armuji (Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya) dan beberapa nama lainnya.
"Jika melihat dinamika yang ada, keliatannya PDIP akan mengusung Puti di Pilwali Surabaya, dan bisa saja berpasangan dengan Pak Ery. Jadi Puti-Ery," jelas Baihaki.
Jika itu terjadi, PDIP akan solid di Pilwali Surabaya. Beberapa faksi yang kemarin bersaing dalam memperebutkan tiket maju di Pilwali akan bersatu demi memenangkan Puti. "Jadi Puti lebih bisa diterima oleh semua kelompok di PDIP," tegas Baihaki.
Jika itu dilakukan, mesin partai akan bisa gerak cepat dan solid untuk memenangkannya. Figur Puti sebagai tokoh perempuan juga akan lebih muda menggaet suara perempuan di Surabaya. Diturunkannya Puti di Pilwali Surabaya tentu untuk menang, tidak mungkin Puti akan dibuat kalah dua kali seperti pada Pilgub Jatim kemarin. "Ini juga pertaruhan trah Soekarno kalau benar Puti yang dicalonkan," tegasnya.
Maka, bila benar PDIP merekom Puti-Ery, tentu Mahfud Arifin harus berpikir lebih cermat lagi untuk menentukan sosok wakilnya.



