telusur.co.id - Kabar duka kembali menyelimuti industri musik Tanah Air. Pencipta lagu anak-anak, Papa T Bob, meninggal dunia.
Musikus dan pegiat ekonomi kreatif Anang Hermansyah mengaku berduka atas meninggalnya pencipta lagu anak-anak Papa T Bob. Almarhum cukup berjasa dalam melahirkan lagu-lagu bagi anak Indonesia.
"Papa T Bob telah menjadi legenda bagi lahirnya lagu anak-anak di Indonesia. Kalau boleh disebut, hingga saat ini belum ada sosok sekaliber Papa T Bob khususnya dalam penciptaan lagu bagi anak-anak," ujar Anang di Jakarta, Jumat (10/7/20).
Mantan anggota Komisi X DPR ini berharap, kejayaan lagu anak-anak kembali bangkit seperti di era 90-an. Anang mengaku kurang gembira jika anak-anak menyanyi lagu yang dinyanyikan oleh orang dewasa.
"Saya pribadi kurang happy jika anak-anak menyanyi lagu dewasa. Saya berharap lahir generasi baru pengganti Papa T Bob," harap Anang.
Penasehat Federasi Serikat Musik Indonesia (FESMI) ini mengingatkan sepeninggal Papa T Bob, pembayaran royalti atas lagu-lagu ciptaan Papa T Bob agar diteruskan kepada ahli waris. Hal tersebut penting diingatkan untuk memastikan hak cipta bagi pencipta dan pengarang lagu merupakan kekayaan intelektual yang tidak lekang oleh waktu.
"Karya cipta Papa T Bob harus diapresiasi dengan pembayaran royalti secara konsisten kepada ahli waris," tuturnya.
Papa T Bob yang memiliki nama asli Erwanda Lukas ini dikenal sebagai pencipta lagu bagi anak-anak era tahun 90-an. Sejumlah hit pernah diciptakan dari almarhum seperti "Diobok-obok", "Dicium Mama, Dicium Papa", "Bolo-Bolo", "Si Nyamuk Nakal", "Si Lumba - Lumba" dan lain-lain.[Fhr]



