Arief Yahya Sambangi Tahura Sultan Adam - Telusur

Arief Yahya Sambangi Tahura Sultan Adam


Telusur.co.id - Tahura Sultan Adam khususnya Ekowisata Mandiangin dalam beberapa minggu terakhir ini telah dikunjungi pejabat negara. Sebelumnya kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Senin (12/8) yang lalu,  giliran Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, yang datang ke tempat wisata andalan Banua ini.

Arief Yahya, dalam kunjungan ke Tahura melihat dari dekat spot-spot ekowisata. Seperti budidaya madu Kalulut.  Ia juga sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan pendopo wisata di puncak Panorama (Tengger) dan memberi nama anak rusa di penangkaran. Tania, begitu nama yang diberikannya kepada mamalia yang lahir awal Juli 2019. Selain itu, juga dilakukan pelepasliaran beberapa jenis burung Belibis dan Jalak asli Banua. 

Didampingi Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Arif Yahya juga menyempatkan diri untuk bersantai di rumah pesanggrahan Bukit Besar Tahura. Sambil menyimak video selayang pandang kawasan yang disampaikan Kepala Tahura SA, Rahmad Riansyah, pria ini menikmati kudapan tradisional Banjar.

Rahmad menjelaskan, Tahura Sultan Adam memiliki luas 112.000 hektare. Tersebar dalam 3 kabupaten, Banjar, Tanah Laut dan Tanah Bumbu. Dalam pengelolaan tingkat tapak di bagi tiga Resort Pengelolaan Hutan (RPH),  Sungai Luar, Rantau Balai dan Tanjung. Setiap RPH, masing masing memiliki jasa lingkungan berupa air terjun, pemandangan bukit, dan beberapa mandin.

Ia juga menambahkan bahwa Tahura Sultan Adam ada terdapat 2 geosite, Mandiangin dan Kahung. Dua geosite ini merupakan bagian dari 67 geosite pada Geopark Meratus.

Arief Yahya menegaskan, dirinya mendukung Pegunungan Meratus menjadi Unesco Global Geopark (UGG) agar setiap daerah ada ikon dengan level Internasional dan mendunia. Ia menekankan bahwa pariwisata merupakan industri yang paling ramah lingkungan.  "Pohon pohon yang besar lebih mahal dipandang dari pada ditebang, kata-kata ini tercipta di sini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengemukakan bahwa strategi pembangun pasar wisata di provinsi ini telah banyak dilakukan. Namun, tak sedikit pula kendala yang dihadapi.

“Saat ini kita sedang menuju geopark internasional yang saat ini sedang dibangun. Pak menteri sendiri akan support  Visit Kalsel 2020 sepenuhnya. Beliau akan membantu pelaksanaan pada tahun 2020 dengan berbagai program dan anggaran,” pungkas Hanif. [Ham]

Laporan ; Ahmad Juhriansyah


Tinggalkan Komentar