telusur.co.id — Pelaporan yang dilakukan kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) terhadap eks Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), sangat absurd dan tidak masuk akal. Din dilaporkan karena dianggap radikal.

Cendekiawan muslim yang juga mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra menganggap, alasan pelaporan itu sangat mengada-ada,

"Anti-Pancasila dan anti-NKRI jelas mengada-ada. Prof Din adalah salah satu guru besar terkemuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta," kata Azyumardi, Sabtu (13/2/21).

Azyumardi memastikan Din Syamsuddin banyak memberikan banyak kontribusi bukan hanya pada UIN Jakarta, tapi juga  Muhammadiyah dan Indonesia. Serta mensosialisasikan pentingnya dialog dan perdamaian untuk membangun peradaban dunia yang lebih adil.

Selain itu, Din sebagai Utusan Khusus Presiden (Jokowi) untuk Dialog dan Kerja Sama antar-Peradaban bersama dirinya, merupakan pihak yang melaksanakan Konsultasi Tingkat Tinggi (2019) di Bogor untuk konsolidasi dan penyebaran Wasathiyah Islam. 

"Dengan Wasathiyah Islam yang menjadi karakter Islam Indonesia ke dunia global, Islam dapat terwujud sebagai rahmatan lil ‘alamin—Islam yang damai yang kontributif untuk kemajuan peradaban," tuturnya.[Fhr]