telusur.co.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan keputusan menarik rem darurat dan kembali ke pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara total.
Karena hal itu, Anies bersama Ketua Tim Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Airlangga Hartarto akan menggelar rapat pada Sabtu (12/9/20) besok, membahas penutupan perkantoran saat masa PSBB total.
"Untuk menghormati permintaan Bapak Menko Perekonomian sebagai Ketua Satgas detail pembatasan terkait perkantoran akan dibahas besok," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/20).
Meski begitu, Anies meminta kepada perkantoran dan pelaku usaha untuk secara mandiri dan taat untuk membatasi kegiatan pada pemberlakuan PSBB total yang dimulai Senin (14/9/20) mendatang.
"Besok ada pembahasannya, tapi saya minta untuk mulai (penerapan PSBB)," ungkap Anies.
Kebijakan pembatasan aktivitas itu digencarkan Gubernur Anies bukan tanpa alasan. Kasus COVID-19 di ibu kota saat ini sudah mengkhawatirkan.
"Mengapa? Karena 10 hari terakhir ini, 11 hari terakhir ini, lompatan kasus aktif di Jakarta amat tinggi. ini membedakan kondisi sekarang dan sebelum-sebelumnya," ungkap Mantan Mendikbud itu.
Anies melanjutkan, pada 30 Agustus, ada 7.960 kasus aktif virus corona, kemudian 10 September menjadi 11.810 kasus. Kenaikannya itu mencapai 48 persen dalam 10 hari pertama di bulan September, sebesar 3.850 kasus.
"Belum pernah kita dalam waktu sependek ini melihat pertambahan kasus sampai 3.850 kasus. walaupun yang sembuh juga banyak, yang sembuh 8.994 kasus. Dan kematian juga dalam pekan pertama September ini tertinggi kecepatannya," ungkapnya.
Melihat kondisi kasus corona dalam dua pekan terakhir ini sudah sangat mengkhatirkan. Situasi ini berbeda dengan waktu sebelumnya.
"Itu sebabnya kita berencana melakukan pengetatan selama dua minggu ke depan, supaya ini menjadi rem, agar laju pertambahan kasus ini bisa dikurangi," tandasnya.
Keputusan Gubernur Anies Baswedan menarik rem darurat dan kembali ke PSBB secara total berimbas kepada jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 5 persen.
Hal itu seperti diungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rakornas Kadin, Kamis (10/9/20).
"Beberapa hal yang kita lihat sudah menampakkan hasil positif, berdasarkan indeks sampai dengan kemarin, karena hari ini indeks (IHSG) masih ada ketidakpastian karena announcement Gubernur DKI tadi malam, sehingga indeks tadi pagi sudah di bawah 5.000," kata Airlangga. [Tp]



