BEM Kristiani Seluruh Indonesia Dukung Prabowo Atasi Pajak Impor 32% ke Amerika Serikat - Telusur

BEM Kristiani Seluruh Indonesia Dukung Prabowo Atasi Pajak Impor 32% ke Amerika Serikat

Koordinator Pusat BEM KSI, Charles Gilbert (Ist)

telusur.co.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menyatakan dukungan penuh kepada Presiden RI, Prabowo Subianto dalam upaya diplomasi ekonomi guna mengatasi pajak impor sebesar 32% yang dikenakan Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia.

Koordinator Pusat BEM KSI, Charles Gilbert menegaskan bahwa, kebijakan pajak impor yang tinggi ini berpotensi melemahkan daya saing produk Indonesia di pasar global, terutama di sektor-sektor strategis seperti tekstil, furnitur, dan produk agrikultur. 

Menurutnya, langkah-langkah strategis dari pemerintah, termasuk negosiasi bilateral dengan AS dan penguatan industri dalam negeri, menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ini.

"Kami percaya bahwa, Presiden Prabowo memiliki visi yang jelas dalam membangun ekonomi nasional yang berdaya saing. BEM KSI mendukung segala upaya pemerintah dalam menjalin dialog dengan AS untuk menurunkan tarif impor ini, sehingga industri dalam negeri dapat tumbuh dan ekspor Indonesia tetap kompetitif,” tutur Charles kepada telusur.co.id. Jumat, (04/4/2025).

Lebih lanjut, Charles menekankan bahwa, beban pajak impor yang tinggi dapat berdampak pada sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Jika ekspor ke AS menurun akibat tarif yang tinggi, maka potensi kehilangan lapangan kerja di berbagai sektor industri akan meningkat. Oleh karena itu, BEM KSI mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan konkret dalam menyelesaikan isu ini.

BEM KSI juga mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha untuk bersinergi dalam mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

"Indonesia memiliki potensi besar di sektor industri dan perdagangan global. Dengan kebijakan yang tepat dan dukungan semua pihak, kita dapat memastikan bahwa produk Indonesia tetap menjadi pilihan utama di pasar dunia," tutup Charles. (ari)


Tinggalkan Komentar