telusur.co.id - Indonesia Walk for Peace 2026, sebuah rangkaian perjalanan para Bante (Bhikkhu) di berbagai wilayah Indonesia dari Denpasar - Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari umat beragama serta masyarakat yang hadir.
Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisan di Borobudur, Magelang. Tidak hanya menjadi momen spiritual bagi para bante dalam perjanan ini, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan sejati dan nilai-nilai kemanusiaan yang erat.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, panitia menyiapkan dukungan kesehatan melalui tim GusDurian Peduli menyiapkan angota medis yang siaga selama perjalanan.
Salah satu anggota tim medis yang turut berperan aktif adalah Leonardus Gabur (Aktivis (PMKRI Cabang Surabaya), yang bertugas memberikan pemantauan kesehatan selama perjanan berlangsung dari Denpasar, Bali hingga Borobudur, supaya para Bante selama di perjalanan selalu mendapatkan pertolongan pertama.
Leonardus Gabur menyampaikan bahwa, kesiapan tim medis menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan yang melibatkan banyak peserta dari berbagai usia.
“Kami selaku tim medis selelu berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik terhadap Bante selama kegiatan berlangsung sehingga seluruh bante dapat mengikuti rangkaian acara Walk for Peace Thudong dengan nyaman dan aman hingga sampai pada tujian,” tandas Leonardus. Senin, (08/6/2027) sore.
Selama perjalanan berlangsung, tim medis dari GusDurian Peduli melakukan pemantauan kondisi kesehatan para Bante, menyediakan layanan konsultasi kesehatan ringan sesuai dengan kondisi mereka. Tim Medis memastikan ketersediaan peralatan medis dasar di setiap lokasi kegiatan, hingga di Borobudur.
Tim GusDurian peduli menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya perjalanan Bante di Indonesia, (Indonesia Walk for Peace 2026). Kerja sama yang baik dari berbagai pihak menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan ini.
“Melalui perjalanan spiritual para Bante ini, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia, umat beragama mendapatkan pesan perdamaian, kasih sayang, toleransi, dan kebersamaan dapat terus berkembang di tengah masyarakat Indonesia yang beragam suku, agama, dan budaya,” tutup Leonardus. (ari)



