Telusur.co.id -Pemerintah Indonesia akan terus melakukan perlawanan, terhadap kampanye hitam yang dilakukan Uni Eropa, terkait produk minyak kelapa sawit atau CPO Indonesia.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, di Batargebang, Kota Bekasi, Senin (25/3/19).
Disampaikan Menteri Luhut, perlawanan dilakukan lantaran diskriminasi pihak Eropa akan berdampak bagi para petani sawit di Indonesia.
“Dampaknya pasti banyaklah, petani kita, nanti jadi harganya turun, kan menderita,” kata Menteri yang karib disapa LBP itu.
Lantaran diskriminasi yang dilakukan oleh pihak Uni Eropa, dirinya secara tegas mengatakan Pemerintah Indonesia akan mengkaji untuk melakukan pemboikotan terhadap beberapa produk Eropa. Ini, sebagai tindak lanjut atas perlawanan pemerintah.
“Kita serius mempertimbangkan ini (pemboikotan). Sekarang 20 juta rakyat kita menjadi sengsara gara-gara itu. Presiden (Jokowi) tidak mau rakyatnya sengsara, dan Presiden bilang lawan!,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung wacana boikot produk Uni Eropa apabila terbukti ada diskriminasi terhadap produk sawit di kawasan tersebut.
Sebab, diskriminasi akan berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Ekspor akan turun dan industri sawit menjadi lesu.
Menurutnya, ada sekitar 15 juta orang yang bekerja di industri sawit. Boikot komoditas ini di Uni Eropa bakal membuat penjualan sawit Indonesia berkurang, sehingga berdampak negatif bagi para pekerja.
Daya beli mereka bisa turun dan perekonomian, terutama di sentra industri sawit, juga akan melemah. [ipk]



