Cegah Penularan Corona Di Tempat Ibadah, Muhammadiyah Tak Pasang Karpet - Telusur

Cegah Penularan Corona Di Tempat Ibadah, Muhammadiyah Tak Pasang Karpet

Ketua Muhammadiyah Covid 19 Command Center, dr. Corona Rintawan

telusur.co.id - Pandemi virus corona di Indonesia semakin menakutkan karena korbannya terus bertambah banyak. Untuk mengantisipasinya, Muhammadiyah memberikan intruksi pencegahan penularan virus corona di masjid atau musala di lingkungan Muhammadiyah.

Intruksi itu disampaikan oleh Ketua Muhammadiyah Covid 19 Command Center, dr. Corona Rintawan, Kamis. Dalam keterangannya, dr. Corona Rintawan mengatakan pastikan seluruh area masjid atau musala bersih.

"Melakukan pembersihan lantai, permukaan pegangan tangga/escalator, tombol lift, 
pegangan pintu, jendela, mimbar, microphone, toilet, tempat wudhu, tempat penyimpanan alat salat dan fasilitas umum lainnya dengan disinfektan (cairan pembersih) secara berkala minimal 3 kali sehari," ungkapnya.

Selama masa kewaspadaan COVID-19 masjid dan mushola tidak memasang karpet. Seluruh karpet digulung, dan lantai dibersihkan. 

Lalu, menyediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir di toilet dan hand sanitizer di setiap pintu masuk, lift, dan tempat lain yang mudah di akses.

Memasang pesan-pesan kesehatan (cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan COVID-19 dan etika batuk/bersin) di tempat-tempat strategis.

"Menghimbau seluruh jamaah agar menggunakan Al Quran dan alat sholat pribadi (mukena, sarung, sajadah, peci)."

Lanjut, dr. Corona Rintawan juga menginformasikan kepada seluruh jamaah untuk membatasi berjabat tangan dan menjaga jarak kontak dengan orang lain yang sedang batuk/bersin.

Yang lebih penting, setelah shalat Jum’at, seluruh jamaah langsung meninggalkan masjid, menghindari kerumunan orang banyak. 

Menginformasikan kepada jamaah, apabila merasa tidak sehat (memiliki gejala 
pilek/batuk/sesak nafas) atau pernah berkunjung ke negara terjangkit (dalam 14 hari terakhir) agar melaksanakan salat di rumah.

Pengurus masjid dan mushalla agar selalu memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID-19 dengan Puskesmas/Dinas Kesehatan setempat secara berkala. "Para Khatib sebaiknya menyampaikan khotbah Jum’at dengan tema tentang COVID-19," tuntasnya. [ham]


Tinggalkan Komentar