telusur.co.id - Di bawah lampu sorot San Siro yang berpijar, Inter Milan tidak hanya memenangkan sebuah pertandingan; mereka memenangkan pertempuran mental yang telah menghantui selama dua tahun. Dalam laga penuh drama yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Nerazzurri, tangan dingin Cristian Chivu berhasil membawa timnya keluar dari tekanan "kutukan" laga besar.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pembuktian karakter bagi sang pemuncak klasemen. Inter yang sempat terseok dalam mengeksekusi strategi akibat kendala stamina, akhirnya menemukan pahlawannya di menit-menit akhir lewat kaki Piotr Zielinski.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyatakan lega setelah tim asuhannya mengalahkan Juventus 3-2 dalam lanjutan Serie A, Minggu dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Nerazzurri, mengingat sudah dua tahun sejak mereka terakhir menaklukkan tim papan atas dalam laga yang menentukan.
“Sudah dua tahun sejak terakhir kali kami memenangi laga yang sangat menentukan seperti ini, dan para pemain merasakan tekanan itu. Tapi kami melakukan apa yang harus dilakukan dan meraih kemenangan. Kami mencoba menyakiti Juventus dan menampilkan performa penuh karakter,” kata Chivu, dikutip dari laman resmi klub.
Kemenangan membuat Inter untuk sementara menjauh dari pengejaran AC Milan dengan selisih delapan poin, mengumpulkan 61 poin dari 25 pertandingan. Juventus tetap tertahan di posisi keempat dengan 46 poin.
Chivu mengakui bahwa timnya tidak sepenuhnya tampil sesuai rencana. Faktor stamina dan ketenangan menjadi kendala utama dalam mengeksekusi strategi, namun karakter dan determinasi para pemain akhirnya menentukan hasil.
“Saya berharap kemenangan hari ini menjadi titik balik. Tim tidak memiliki stamina dan ketenangan untuk mengeksekusi semua yang sudah kami persiapkan, tapi saya tetap menerima kemenangan ini. Terasa sekali tekanan karena sudah lama kami tidak mengalahkan tim besar… karakter tim akhirnya muncul: kami ingin menang dan berhasil melakukannya lewat gol Zielinski,” ujarnya.
Dalam laga tersebut, Inter sempat unggul melalui gol bunuh diri Andrea Cambiaso pada menit ke-17, sebelum Cambiaso menebus kesalahannya dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-26. Juventus harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-42 setelah Pierre Kalulu menerima kartu merah. Gol Francesco Pio Esposito pada menit ke-76 mengembalikan keunggulan Inter, sebelum Manuel Locatelli menyamakan skor bagi Juventus pada menit ke-83. Gol penentu dicetak Piotr Zielinski pada menit ke-90.
Chivu juga menyoroti keputusan wasit terkait kartu merah Kalulu, menyebutnya sebagai sentuhan ringan, meski tetap memberi ruang bagi wasit untuk mengambil keputusan.
“Pemain saya merasa ada sentuhan karena dia lebih dulu sampai di bola, dan pemain dengan pengalaman seperti Kalulu seharusnya tidak menggunakan tangan jika sudah mengantongi satu kartu kuning,” ujar Chivu.
Pelatih asal Romania itu menekankan bahwa kemenangan ini bisa menjadi momentum kebangkitan Inter dalam perburuan gelar musim ini. Dengan 13 laga tersisa, Chivu menegaskan timnya harus terus berkembang, baik secara mental maupun strategi bermain.
“Masih ada 13 pertandingan lagi; musim ini masih panjang. Hari ini kami terus berusaha, dan saya memutuskan memasukkan satu penyerang tambahan untuk mencoba memenangkannya. Lalu Zielu (Zielinski) menunjukkan kualitasnya, dan keputusan itu membuahkan hasil,” tutup Chivu. [ham]



