telusur.co.id - Saat ini, total ada 285 orang menjalani karantina di Natuna, Kepulauan Riau. 238 WNI berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China. Sisanya, lima orang tim Kemenlu, 18 orang kru Batik Air serta 24 orang tim penjemput.
Terkait hal itu, anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay meminta masyarakat tidak berpandangan buruk terhadap para WNI yang kini tengah menjalani masa observasi tersebut. Selain telah dinyatakan selamat dari incaran virus corona, observasi juga berguna memastikan kesehatan semua WNI agar layak beraktivitas kembali bersama keluarga dan masyarakat lainnya.
Hingga hari ini, observasi para WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China itu terhitung sudah memasuki hari kesepuluh.
"Saya mengimbau agar masyarakat tidak memberikan label atau stigma buruk kepada mereka yang dikarantina. Sebab, sama halnya dengan warga negara lainnya, mereka ini justru juga sehat. Namun mereka mau diobservasi dan dikarantina demi kepentingan banyak orang," kata Saleh saat dihubungi wartawan, Selasa (11/2/20).
Meskipun mereka berada dalam keadaan sehat, kata Saleh, evaluasi tetap diperlukan untuk memantau suhu badan mereka. Saleh menjelaskan, masa observasi selama 14 hari adalah aturan dan standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia.
“Mereka yang baru pulang dari Wuhan memang sehat. Tetapi karena mereka baru pulang dari tempat dimana berkembang virus Corona, mau tidak mau mereka harus diobservasi, dievaluasi, dan dipantau perkembangannya. Ini tidak hanya berguna bagi orang lain, tetapi lebih berguna lagi bagi diri mereka dan keluarga,” terang Saleh.
Politikus Partai Amanat Nasional itu menerangkan, masa inkubasi virus corona adalah dalam rentang waktu 14 hari.
Dia menambahkan, kedatangan mereka dari Wuhan dipastikan tidak akan membawa bahaya usai mereka menjalani masa observasi yang akan berakhir pada Sabtu (15/2/20) mendatang.
Masyarakat justru diharapkan mengapresiasi langkah pemerintah yang berupaya melindungi warga negaranya dari bahaya wabah corona. Dukungan kesehatan juga semestinya diberikan kepada para WNI yang dikarantina sebagai saudara setanah air.
“Kesediaan mereka untuk diobservasi mestinya malah dipuji. Itu menandakan bahwa mereka siap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan dikhawatirkan masyarakat. Harapannya, setelah 14 hari mereka semua dinyatakan bebas dari virus corona dan bisa bergabung bersama keluarganya masing-masing,” pungkas Saleh. [Tp]



