DPR Sebut Ada Dua Cara Hentikan Corona, Keduanya Tak Bersahabat Secara Ekonomi - Telusur

DPR Sebut Ada Dua Cara Hentikan Corona, Keduanya Tak Bersahabat Secara Ekonomi

Anggota Komisi VI DPR RI dari FPKB, Nasim Khan. (Foto: dok. FPKB).

telusur.co.id - Kepala Kelompok Fraksi (Kapoksi) F-PKB di Komisi VI DPR RI Nasim Khan mendorong pemerintah mengambil opsi isolasi wilayah (lockdown) internasional untuk mengerem tersebarnya virus corona atau COVID-19.

Nasim mengaku risau, jika kebijakan tegas tak diambil, maka pandemi COVID-19 bisa merajalela dan nyawa rakyat bisa melayang sia-sia.

“Segala komplain disimpan dulu deh, kurangin nyawa melayang sia-sia dulu saja! Selamatkan nyawa rakyat dulu,” ungkap Nasim Khan, Kamis (19/3/20).

Menurutnya, hanya ada dua cara untuk memotong rantai penyebaran Pandemi COVID-19 atau Virus Corona.

“Pertama cara cepat berupa lockdown keluar masuk international, dan isolasi penuh. Kedua dengan cara konvensional, slowdown, social distancing,” terangnya.

Dikatakannya, salah satu dari dua cara ini harus diambil dan kedua cara ini tak ada yang bersahabat dengan ekonomi.

Karena itu, ia mengingatkan dalam kondisi bahaya virus corona seperti sekarang ini, tidak elok jika memikirkan kondisi ekonomi.

“Kedua cara memotong rantai COVID-19 itu tidak ada yang bersahabat dengan ekonomi, kecuali industri (alkes) terkait,” ungkap Nasim.

“Sekarang semua orang khawatir ini khawatir itu. Gak ada yg ngomong khawatir nyawanya,” tuntas Nasim Khan.

Diketahui, hingga saat ini, sudah ada 309 kasus positif terinfeksi virus corona di Indonesia. 25 orang meninggal dan ada 15 kasus sembuh. [Tp]


Tinggalkan Komentar