telusur.co.id -Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, mendampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, meninjau progres pembangunan trase baru Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (19/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target sekaligus melihat secara langsung perkembangan proyek pasca-longsor yang terjadi pada 2025.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Juniarti Estiningsih, Lurah Batutulis Erika, serta Camat Bogor Selatan Harry Cahyadi.
Dalam keterangannya, Ono Surono menjelaskan bahwa pembangunan trase baru Batutulis merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor. Pembangunan fisik dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Barat, sedangkan proses pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bogor.
"Jadi, kunjungan kali ini kita ke pembangunan jalan Batutulis yang di 2025 yang lalu itu terjadi longsor. Alhamdulillah hari ini sudah progres dibangun. Konstruksinya dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Barat, sedangkan pembebasan lahannya oleh Pemerintah Kota Bogor," jelas Ono.
Berdasarkan laporan Dinas PUPR Kota Bogor, progres pembangunan trase baru Batutulis kini telah mencapai sekitar 22 persen.
Menurut Ono, proyek tersebut tidak hanya mencakup pembangunan badan jalan, tetapi juga pembangunan drainase, penataan kawasan, taman, serta Leuweung Batutulis sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana longsor.
"Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 22 persen. Mudah-mudahan Oktober nanti akan selesai, dan bukan hanya jalan, tapi berikut drainase, juga pembangunan taman serta Leuweung Batutulis. Jadi nanti akan dihutankan kembali supaya mencegah terjadinya longsor," ujarnya.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Oktober 2026 sehingga trase baru Batutulis dapat kembali melayani mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan kawasan dari potensi longsor.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata menegaskan pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan waktu penyelesaian.
"Kami akan terus mengawal proses pembangunan ini agar berjalan sesuai perencanaan. Harapannya proyek dapat selesai tepat waktu pada Oktober 2026 sehingga masyarakat bisa kembali menikmati akses jalan yang aman, nyaman, dan didukung dengan fasilitas pedestrian serta penataan kawasan yang lebih baik," ujar Dadang.
Selain mengawal progres pembangunan, Dadang juga mengingatkan pelaksana proyek untuk mengutamakan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi perhatian, termasuk menjaga kebersihan jalan dari ceceran material proyek yang berpotensi mengganggu pengguna jalan.
Menanggapi hal tersebut, Penanggung Jawab PT Promix Prima Karya, Hariyono, memastikan pihak kontraktor telah menerapkan standar K3, termasuk melakukan pembersihan kendaraan pengangkut material sebelum keluar dari area proyek.
"Kami sudah mengantisipasi. Mobil-mobil pengangkut tanah sebelum keluar area proyek dibersihkan terlebih dahulu bannya. Kami juga memiliki tim yang selalu membersihkan apabila ada tanah yang tercecer di jalan. Intinya jangan sampai material proyek mengganggu masyarakat pengguna jalan," jelas Hariyono.
Pembangunan trase baru Batutulis diharapkan mampu memulihkan konektivitas wilayah Bogor Selatan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperkuat akses menuju kawasan Cipaku, Pamoyanan, hingga menjadi jalur alternatif ke Ciawi.
Selain itu, penataan kawasan melalui pembangunan drainase, ruang terbuka hijau, dan Leuweung Batutulis diharapkan dapat mengurangi risiko longsor di kawasan tersebut pada masa mendatang.



