telusur.co.id -Persijap Jepara terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun fondasi tim yang solid untuk mengarungi kompetisi kerasnya persaingan sisa Super League musim 2025/2026. Langkah mengejutkan diambil manajemen Laskar Kalinyamat dengan mendatangkan pelatih kiper kawakan asal Korea Selatan, Yoo Jae-hoon, Kamis (26/2)
Manajemen Persijap menegaskan bahwa kehadiran mantan kiper legendaris di Liga Indonesia tersebut bukan untuk menggantikan posisi pelatih kiper sebelumnya, Iman Suherman, melainkan untuk melengkapi komposisi tim kepelatihan demi mendongkrak performa tim lebih meningkat dibanding sebelumnya.
Strategi penguatan struktur ini diharapkan dapat membuat proses pembinaan penjaga gawang berjalan lebih terukur, kompetitif, dan modern. Iman Suherman dipastikan tetap menjadi bagian vital dalam struktur staf kepelatihan khususnya di departemen penjaga gawang, di mana kolaborasi antara keduanya diharapkan mampu menghadirkan perspektif serta metode latihan yang lebih beragam.
Dengan sinergi tersebut, Persijap optimistis lini pertahanan terakhir mereka akan memiliki kedalaman teknis yang jauh lebih baik pada sisa musim Super League.
Nama Yoo Jae-hoon sendiri sudah tidak asing bagi pencinta sepak bola tanah air. Ia memiliki rekam jejak mentereng sebagai pemain di berbagai klub besar Indonesia, mulai dari Persipura Jayapura, Bali United, Borneo FC, Mitra Kukar, hingga PS Barito Putera. Setelah memutuskan gantung sepatu, Yoo meniti karier kepelatihan dengan bergabung sebagai staf pelatih kiper sekaligus penerjemah di bawah komando Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Salah satu pencapaiannya adalah turut memoles performa Nadeo Argawinata dkk di Timnas U-23 pada ajang Piala Asia U-23 2024 lalu.
Keputusan manajemen Persijap untuk menambah tenaga ahli di sektor pelatih kiper ini dijadikan visi jangka panjang klub pesisir Jawa Tengah tersebut. Klub menilai bahwa kualitas penjaga gawang merupakan elemen krusial dalam menjaga stabilitas permainan tim di lapangan.
Melalui kombinasi pengalaman lokal dari Iman Suherman dan wawasan internasional dari Yoo Jae-hoon, Laskar Kalinyamat kini menatap kompetisi dengan penuh optimisme terutama untuk bisa bertahan di kasta teratas sepak bola nasional. Sebelumnya Persijap juga melakukan perubahan di pelatih kepala. Mario Lemos kembali mengisi jabatan tersebut setelah mengemban tugas sebagai Direktur Teknik klub, bertukar dengan pelatih kepala sebelumnya Divaldo Alves.
Persijap saat ini menempati peringkat ke-16 atau masuk di zona degradasi dengan perolehan 18 poin kalah jumlah gol dengan PSBS Biak pada batas aman klasemen.



