telusur.co.id - Pelatih Pep Guardiola menegaskan ambisinya untuk membawa Manchester City kembali berjaya musim depan setelah langkah mereka terhenti di babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025–26.
Kekalahan dari Real Madrid dengan agregat telak 1-5 menjadi pukulan bagi The Citizens. Dalam pertandingan leg kedua di Etihad Stadium, City harus mengakui keunggulan tim tamu, sekaligus memperpanjang catatan buruk mereka saat menghadapi Los Blancos di fase gugur dalam beberapa musim terakhir.
Meski demikian, Guardiola tetap melihat sisi positif dari perjuangan timnya. Ia mengapresiasi kerja keras para pemain, termasuk Erling Haaland dan rekan-rekannya yang tetap berjuang meski sempat bermain dengan sepuluh orang setelah Bernardo Silva menerima kartu merah.
“Masa depan akan sangat cerah dan musim depan kami akan kembali. Kami akan belajar dari kegagalan ini,” ujar Guardiola, menunjukkan optimisme tinggi untuk kebangkitan timnya.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti pentingnya pengalaman bagi para pemain muda yang baru merasakan atmosfer Liga Champions. Nama-nama seperti Abdukodir Khusanov, Rayan Cherki, dan Antoine Semenyo dinilai memiliki potensi besar dan akan berkembang seiring waktu.
Menurut Guardiola, musim perdana di kompetisi elit Eropa menjadi proses pembelajaran penting bagi para pemain tersebut, yang diharapkan bisa tampil lebih matang pada musim berikutnya.
Tersingkir dari Liga Champions tidak sepenuhnya menutup peluang Manchester City meraih trofi musim ini. Mereka masih bersaing di kompetisi domestik, termasuk Liga Inggris, di mana mereka terus menempel Arsenal di papan atas klasemen.
Selain itu, City juga akan menghadapi Arsenal di final Carabao Cup, serta bersiap menjalani laga perempat final FA Cup melawan Liverpool.
Dengan berbagai target yang masih terbuka, Guardiola menegaskan bahwa timnya belum habis. Fokus kini beralih untuk menutup musim dengan prestasi, sembari mempersiapkan kebangkitan yang lebih kuat di musim mendatang. [ham]



