Gubernur Khofifah Resmikan Resource Center Unit Observasi Deteksi & Intervensi Dini Ketunarunguan - Telusur

Gubernur Khofifah Resmikan Resource Center Unit Observasi Deteksi & Intervensi Dini Ketunarunguan

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (ketiga kiri) meresmikan Resource Center Unit Observasi dan Intervensi Dini Ketunarunguan

telusur.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima Piagam Penghargaan dari Hearing Aid East Java sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif serta dukungan berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama 35 tahun dalam penguatan Pusat Layanan Deteksi Dini bagi anak-anak dengan hambatan pendengaran.

Penghargaan diserahkan oleh Direktur Indonesia Institute and Board of Hearing Aids East Java, Vicki Richardson, kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian peresmian SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya. Senin, (05/1/2026).

Atas penghargaan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Menurutnya, apresiasi ini menjadi bukti nyata komitmen jangka panjang pemerintah daerah dalam memastikan pemenuhan hak-hak dasar anak berkebutuhan khusus, khususnya dalam akses layanan kesehatan dan pendidikan sejak usia dini.

"Alhamduliah, sinergi dan kolaborasi yang terjalin selama tiga dekade dengan berbagai pihak telah memposisikan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang paling progresif dalam layanan inklusivitas di Indonesia," sambungnya. 

Meresmikan Resource Center Untuk Deteksi dan Intevensi Dini Ketunarunguan

Khofifah menjelaskan, Pusat Layanan Deteksi Dini yang selama ini didukung oleh Pemprov Jatim memiliki peran krusial dalam mengidentifikasi hambatan pendengaran sejak masa kehamilan hingga usia balita. Deteksi yang cepat dan tepat memungkinkan anak memperoleh intervensi medis dan edukasi secara dini, sehingga dapat meminimalkan risiko keterlambatan perkembangan bicara, bahasa, dan kognitif.

Komitmen tersebut semakin diperkuat dengan diresmikannya Resource Center Unit Observasi Deteksi dan Intervensi Dini Ketunarunguan di lingkungan SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya. Layanan ini merupakan hasil kolaborasi antara RSUD Dr. Soetomo, Rumah Sakit Islam Surabaya, dan SLB-B Karya Mulya.

"Di sini fokus pada deteksi dini bahkan sejak masa kehamilan. Harapannya juga membantu mempersiapkan keluarga khusus untuk hal teknis seperti penggantian baterai dan suku cadang alat bantu pendengaran," urainya. 

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa, manfaat deteksi dini tidak hanya dirasakan oleh anak penyandang disabilitas rungu, tetapi juga oleh keluarga. Melalui pendampingan yang tepat, orang tua diharapkan mampu mengambil langkah antisipatif dan adaptif dalam mendukung tumbuh kembang anak.

"Penghargaan ini juga merefleksikan keberhasilan program pendampingan bagi orang tua agar mampu melakukan langkah antisipatif dalam menangani kondisi anggota keluarga dengan disabilitas rungu," sebut mantan Mensos RI ini.

Ke depan, Khofifah berharap dukungan terhadap layanan deteksi dini dan penanganan disabilitas rungu di Jawa Timur dapat terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Ia mencontohkan pengalaman Pemerintah Indonesia yang pernah menerima bantuan alat bantu pendengaran beserta dukungan tim medis dari Pemerintah Australia melalui Clinton Foundation.

"Lewat Clinton Foundation, kami pernah mendapatkan bantuan Alat Bantu Pendengaran disertai dengan tim medisnya. Saya harap nantinya akan bisa dikomunikasikan kembali dan mendapatkan yang sama di level pemerintah daerah," tutup mantan Anggota DPR RI ini. (ari)


Tinggalkan Komentar