telusur.co.id -PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau I.League melakukan beberapa perubahan dan penambahan struktur kepengurusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa.
Pada acara yang digelar di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026) tersebut, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengatakan perubahan tersebut mencakup jajaran komisaris maupun direksi.
Salah satu perubahan paling signifikan adalah mundurnya Prof. Zainudin Amali dari posisi Komisaris Utama.
Ferry mengatakan, perubahan posisi Komisaris Utama terjadi setelah Zainudin Amali menyampaikan pengunduran dirinya karena kesibukan. Posisi tersebut kemudian diisi oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, yang ditunjuk sebagai Komisaris Utama I.League.
"Atas speech yang disampaikan oleh Pak Prof Amali ya, beliau mengundurkan diri karena alasan dan kesibukan. Kemudian PSSI menunjuk Pak Yunus Nusi sebagai Komisaris Utama," kata Ferry kepada pewarta.
Penunjukkan Yunus sudah sesuai dengan anggaran dasar I.League yang menetapkan bahwa Komisaris Utama harus diisi secara ex-officio oleh jajaran pemimpin PSSI mulai dari Executive Committee, Ketua Umum, Wakil Ketua Umum 1 maupun 2, dan/atau Sekretaris Jenderal.
Sementara itu, bos Persib Bandung Glenn Sugita tetap menjabat sebagai komisaris di I.League. Sebab, sebagai perwakilan Persib yang merupakan juara dari Super League 2025/2026.



