telusur.co.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, memberikan apresiasi terhadap kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran direksi kedua bank di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Herman menilai capaian kedua bank pelat merah ini menunjukkan ketahanan perbankan nasional di tengah tekanan ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian. Faktor-faktor seperti ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan kebijakan proteksionisme menjadi tantangan berat bagi sektor keuangan nasional.
“Di tengah tantangan global yang semakin berat, kinerja BNI dan BTN menunjukkan ketahanan dan kehandalan manajerial perbankan Indonesia. Secara umum indikator kinerja sudah cukup baik dan perlu terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Herman dalam rapat tersebut.
Herman juga menyoroti rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang masih terkendali, dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat NPL perbankan nasional stabil di bawah 3 persen. Kondisi ini mencerminkan kualitas aset perbankan yang relatif terjaga serta aktivitas sektor ekonomi riil yang masih tumbuh.
Khusus untuk BNI, Herman menyoroti komposisi penyaluran kredit yang berimbang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga jasa. Hal ini menjadikan BNI berpotensi sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan kredit BNI tercatat didorong oleh segmen korporasi, konsumer, dan UMKM.
Ke depan, Herman mendorong BNI memperbesar skala bisnis melalui percepatan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sekaligus memperkuat keamanan siber seiring meningkatnya transaksi digital. Ia juga menekankan pentingnya penguatan segmen korporasi dan global agar BNI mampu bersaing dengan bank internasional, termasuk dalam pembiayaan perdagangan dan layanan bagi diaspora Indonesia.
Sementara itu, Herman menyatakan dukungan penuh terhadap BTN, khususnya dalam peningkatan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terkait sektor perumahan. Menurutnya, realisasi KUR BTN relatif baik dibandingkan bank lain, dan penambahan kuota dapat mendorong pengembang kecil dan menengah dalam pembangunan perumahan rakyat, sekaligus mendukung program pemerintah memenuhi kebutuhan hunian.
Di akhir pernyataannya, Herman juga mengapresiasi peningkatan kualitas layanan perbankan dan mengingatkan agar pelayanan prima dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. [ham]



