telusur.co.id - Daam sebuah Forum Penyampaian Maklumat Dewan Presidium Konstitusi di Gedung Nusantara IV, Komplek MPR/DPR/DPD Senayan, Jakarta, Jumat (10/11/2023)
Disampaikan Oleh LaNyalla Mattalitti , sebenarnya Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengikuti proses persiapan acara penyerahan Maklumat tersebut. Bahkan ikut hadir di dalam Rapat Koordinasi pada tanggal 26 Oktober 2023 di Jakarta.
“Tetapi hari ini, kita saksikan sendiri, saudara Bambang Soesatyo tidak hadir di sini. Melalui suratnya, saudara Bambang Soesatyo menyatakan tidak bisa hadir atas dasar kesepakatan para Pimpinan MPR RI, dan meminta penundaan waktu untuk penyesuaian jadwal bersama,
Hal itu, menurut LaNyalla, merupakan bukti nyata bahwa kedaulatan rakyat telah dirampok oleh segelintir orang yang berlindung di balik baju kelompok. Karena Undang-Undang Dasar hasil Amandemen di tahun 2002, memang telah mengubah kedaulatan rakyat menjadi kedaulatan partai politik. Sehingga, mereka yang mengatasnamakan wakil rakyat sejatinya adalah wakil partai politik . Dalam Forum Penyampaian Maklumat Dewan Presidium Konstitusi di Gedung Nusantara IV, Komplek MPR/DPR/DPD Senayan, Jakarta di Closing Statement nya Ketua DPD-RI Lanyalla Mattalitti menyebut Pimpinan MPR Yang Ada Saat Ini Tidak Berpihak Kepada Utusan-Utusan Rakyat
Menurut Heru Purwoko Sekjen AMPUH ( Aliansi Masyarakat Pemuda Nusantara Merah Putih) pernyataan Lanyalla Ketua DPD memberi kesan di Publik ini Lanyalla Mattaliti sedang Berkonflik dengan Bamsoet Ketua MPR dan Pimpinan MPR lainnya karena ada Kepentingannya yang Tidak Terakomodir di MPR bahkan Mengesankan Bahwa Lanyaa Itu Tidak Menganggap Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR dengan menyerang MPR
Heru Purwoko mengingatkan Para Anggota DPD-RI lainnya untuk tidak Mengikuti Sikap Lanyalla Matalitti yang Menyerang Lembaga Tinggi Negara lainnya seperti MPR ini akan menjadi Preseden Buruk antar lembaga Tinggi negara saling serang
Terkait dengan Usulan kembali ke Uud 1945 Yang asli , Heru Purwoko Sekjen AMPUH menilai bahwa sikap Bambang Soesatyo Ketua MPR dan Pimpinan MPR lainnya sudah Jelas bahwa terkait usulan Amandemen UUD 1945 tersebut akan di bahas setelah Usai Pemilu 14 Februari 2024 agar tidak menimbulkan kegaduhan di Masyarakat .. Sangat aneh bila Lanyalla Mattalitti justru Mendorong dorong hal tersebut di bahas saat ini juga apakah dia (Lanyalla red) ingin ada Gejolak yang timbul menjelang Pemilu 2024 .(fie)