Hizbullah Peringatkan AS-Israel: Perlawanan Lebanon Siap Hancurkan Agresi - Telusur

Hizbullah Peringatkan AS-Israel: Perlawanan Lebanon Siap Hancurkan Agresi

Sheikh Naim Qassem. foto ist

telusur.co.id - Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah, menegaskan bahwa Lebanon tidak dapat lagi mentolerir pelanggaran kedaulatan yang terus berlanjut dan menyalahkan pengaruh serta pendudukan Israel dan Amerika Serikat atas meningkatnya tekanan regional.

Dalam pidatonya pada Rabu, Sheikh Qassem menekankan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh “musuh” telah “terlalu jauh,” meskipun upaya diplomatik berturut-turut telah dilakukan untuk memberi Lebanon kesempatan menegakkan kedaulatannya. “Kami berulang kali memperingatkan bahwa kesabaran kami ada batasnya,” tegasnya.

Menyinggung pelanggaran berulang Israel selama 15 bulan terakhir, Sheikh Qassem menyatakan bahwa pelanggaran itu sengaja dirancang untuk melemahkan posisi tawar Lebanon dan mereduksi kedaulatan negara. “Tugas kami adalah melakukan yang terbaik untuk mengakhiri jalan berbahaya dari agresi yang berkelanjutan ini,” kata Sheikh Qassem, seraya menekankan bahwa korban dalam konflik terbaru telah melebihi 40 orang dalam 48 jam pertama.

Ia menegaskan bahwa agresi yang terjadi baru-baru ini direncanakan sebelumnya oleh dan bukan sebagai respons terhadap serangan roket tunggal. Sheikh Qassem juga menanggapi kritik terhadap waktu respons Hizbullah, mempertanyakan apakah 15 bulan pelanggaran berkelanjutan dan lebih dari 500 martir belum cukup menjadi alasan.

Sekretaris Jenderal Hizbullah menekankan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas negara dan tidak seharusnya menerapkan keputusan AS-Israel. “Selama pendudukan berlanjut, Hizbullah dan Perlawanan bersenjatanya tetap merupakan hak yang sah, dijamin secara internasional, serta oleh konstitusi dan pernyataan menteri pemerintah,” ujarnya.

Sheikh Qassem menegaskan bahwa Perlawanan membalas agresi AS-Israel, menegaskan legitimasi tindakan mereka, dan menggarisbawahi persatuan antara Hizbullah dan rakyat Lebanon. Ia menutup pidatonya dengan menyerukan solidaritas terhadap Perlawanan dan mendesak lawan untuk menghindari tindakan yang melemahkan, seraya memberi peringatan: “Ada kesempatan untuk membuka lembaran baru… jangan menusuk Perlawanan dari belakang.” 

Almayadeen


Tinggalkan Komentar