Telusur.co.id - Indonesia Police Watch (IPW) berharap dalam penyusunan kabinet jilid II, Presiden terpilih Jokowi dapat memilih figur Jaksa Agung yang bisa bekerja sama dengan Polri. Tujuannya agar penegakkan hukum akan lebih optimal sesuai dengan yang diharapkan.
"Dengan adanya kerja sama yang baik antara Jaksa Agung dan Polri sehingga penegakan supremasi hukum dan kepastian hukum berjalan maksimal sesuai harapan masyarakat," kata Ketua IPW Neta S Pane dalam keterangannya, Sabtu (3/8/19).
Menurut Neta, ada empat poin yang perlu diperhatikan presiden dalam memilih Jaksa Agung yang baru.
Pertama, bisa bekerjasama dengan Polri. Kedua, figur dari luar kejaksaan, sehingga figur tersebut tidak "tersandera masa lalu".
Ketiga, bukan kader partai politik. Sebab, penempatan kader parpol di posisi Jaksa Agung akan mengancam independensi korps Adhyaksa itu dalam melakukan penegakkan hukum secara berkeadilan.
Keempat, berkomitmen menuntaskan kasus kasus hukum yang mandeg di kejaksaan, salah satunya kasus penembakan yang menyebabkan tersangka pencurian burung walet tewas di Bengkulu, yang diduga melibatkan penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Terkait kasus Novel tersebut, Neta menilai, Jaksa Agung terlihat tak peduli. Padahal, kasusnya sudah P21 namun tak kunjung dilimpahkan kejaksaan ke pengadilan.
"Bahkan, keluarga korban sudah memenangkan prapradilan dan majelis prapradilan sudah memerintahkan agar kejaksaan segera melimpahkan kasus Novel ke pengadilan," tukasnya.[Tp]



